Desk Pilkada PKB Bereaksi Soal Gus Tutut

Tuesday, 31 March 2015 | 16:58 WIB
Mantan wakil bupati Rembang Yaqut Cholil Qoumas. (Foto:Pujianto)

Mantan Wakil Bupati Rembang Yaqut Cholil Qoumas. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Desk Pilkada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bereaksi atas pertimbangan yang dilakukan Mantan Wakil Bupati Rembang Yaqut Cholil Qoumas.

Gus Tutut, sapaan akrab Yaqut Cholil mempertimbangkan maju di Pilkada lewat partai berlambang bola bumi bintang sembilan ini.

Ketua Desk Pilkada PKB Rembang Arif Agung Cholili mengaku belum tahu apakah Yaqut Cholil serius maju atau tidak.

“Belum tahu. Pendaftaran bakal calon dari PKB baru akan dibuka pekan depan,” ungkapnya kepada mataairradio.

Namun dia mengakui baru Gus Tutut yang bertanya secara langsung soal pendaftaran itu, termasuk biayanya.

Jika pun mendaftar, belum tentu Mantan Ketua DPC PKB Rembang itu yang diberi mandat sebagai calon.

“Mekanisme penjaringan tetap akan berlaku,” tandasnya.

Dia juga menolak langkah membuka pendaftaran calon bupati dianggap kepagian.

“Soal pendaftaran calon bupati, kita paling belakang,” tegasnya.

Lalu bukankah kursi PKB di parlemen hanya enam, sehingga masih butuh tiga lagi untuk bisa mengusung calon sendiri? Desk Pilkada mengakuinya.

“Karena itulah, jalinan komunikasi dengan partai lain tidak surut. Apalagi sampai saat ini belum ada partai yang bisa menjamin mitra koalisinya,” ujarnya.

Pihaknya justru sedang berupaya membangkitkan Koalisi Indonesia Hebat atau KIH di Pilkada Rembang.

Seperti diketahui, KIH yang berkomposisi PKB, PDIP, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan PKPI, mencalonkan Joko Widodo pada Pilpres 2014 kemarin.

Baginya, membangkitkan KIH di Pilkada Rembang bukan sebuah rencana yang berlebihan.

“Hanya memang, belum semua partai memiliki desk pilkada dan PKPI bukan sebagai partai parlemen,” terangnya.

Namun menurutnya, rekomendasi terhadap seorang calon juga turut ditentukan oleh pengurus pusat partai.

Diberitakan sebelumnya, Gus Tutut mempertimbangkan maju di Pilkada 2015. Alasannya, kondisi Rembang sudah lama terpuruk, sehingga memerlukan sosok pemimpin yang visioner.

Namun dia harus berjuang mendapatkan restu partai. Tidak soal baginya atas status sebagai anggota DPR RI.

Dia bisa mengajukan cuti saat mencalonkan diri sebagai kepala daerah. Dia mengakui ada proses penjaringan di PKB yang mesti dilalui.

Apalagi sederetan nama juga disebut berminat maju dari PKB, termasuk Sekda Rembang Hamzah Fatoni dan Mantan Wakil Bupati era Hendarsono Nasirul Mahasin.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan