Desa di Rembang Kurang Gairah Bikin BUM-Des

Kamis, 14 Januari 2016 | 17:00 WIB
Anggota Komisi A DPRD Rembang Puji Santoso dalam sebuah perbincangan dengan reporter mataairradio. (Foto: Pujianto)

Anggota Komisi A DPRD Rembang Puji Santoso dalam sebuah perbincangan dengan reporter mataairradio. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – 287 desa di Kabupaten Rembang masih belum bergairah membikin badan usaha milik desa atau BUM-Des.

Padahal, BUM-Des diharapkan bisa menjadi sarana peningkatan pendapatan asli desa, pemberdayaan masyarakat, dan pengurangan tingkat pengangguran.

Anggota Komisi A DPRD Rembang Puji Santoso, Kamis (14/1/2016) siang mengatakan, pemerintah kabupaten perlu memfasilitasi dan berkunjung ke desa untuk mendorong pembentukan BUM-Desa.

“Selain sudah menjadi amanat undang-undang, pembentukan BUM-Des penting bagi masyarakat agar mereka terberdayakan,” terangnya.

Puji menduga, kurangnya gairah desa dalam membuat BUM-Des antara lain karena pemerintah desa belum berpikir pada penguatan ekonomi. Desa masih melulu berpikir pembangunan infrastruktur.

“Selain itu, diduga juga karena minimnya pelecut berupa sentuhan pola pikir baru soal ekonomi dan usaha-usaha yang strategis,” ujarnya.

Ia menyebutkan, desa mestinya bisa menangkap beberapa peluang usaha, misalnya pengelolaan pasar desa, air minum berbasis masyarakat, atau usaha persewaan alat kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap, dana desa dilaksanakan secara matang, agar tidak kacau seperti sekarang,” tandasnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat di Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Rembang Selamet Haryanto mengakui, gairah desa untuk membuat BUM-Des masih perlu didorong.

“Memang, desa yang memiliki BUM-Des masih sedikit, sehingga perlu kita dorong,” ujarnya.

Karena itu, pada masa musyawarah perencanaan pembangunan desa atau musrenbangdes yang sedang bergulir sampai 25 Januari nanti, pihaknya intens memberikan sosialisasi soal BUM-Des.

Namun meski demikian, sampai akhir tahun ini, Slamet tidak yakin, 50 persen desa sudah ber-BUMDes.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan