Dermaga Baru PPI Tasikagung Dianggap Tak Memenuhi Syarat

Sabtu, 7 Juni 2014 | 17:56 WIB
Sejumlah kapal saat bersandar di Pelabuhan Pendaratan Ikan Tasikagung Rembang. (Foto:Pujianto)

Sejumlah kapal saat bersandar di Pelabuhan Pendaratan Ikan Tasikagung Rembang. (Foto:Pujianto)


REMBANG, MataAirRadio.net –
Kualitas dermaga baru di kompleks Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tasikagung Kecamatan Rembang dianggap tidak memenuhi syarat oleh nelayan. Anggapan itu muncul setelah kasus berserakannya batu di dasar dermaga terjadi secara berulang. Sementara akibat dari kejadian itu, kapal yang sandar menjadi korban sehingga kerugian material mencapai miliaran rupiah.

Damani seorang pemilik kapal di Desa Tasikagung mengatakan, dermaga yang baru saja dibangun tidak standar. Batu-batu yang ditumpuk di bawah dermaga kerap kali longsor ke bawah kapal. Dalam catatannya, sudah lima atau enam kapal yang menjadi korban karena bocor setelah terbentur batu di dasar dermaga.

Dia pun lantas membandingkannya dengan dermaga lama yang nyaris tidak pernah terjadi kejadian seperti itu. Pihaknya berharap kepada Pemerintah agar turun tangan. Nelayan jelas tidak mau tahu apa alasannya. Sebab nelayan tahunya bisa bersandar secara aman.

Fadholi seorang pengurus kapal mini purseseine di Desa Tasikagung menyebut pembersihan dermaga dari serakan batu seperti percuma. Dia juga menyebut, meski beberapa kali dibersihkan, namun nyatanya kasus yang sama terulang.

Menurut Fadholi, longsornya batu sehingga berserakan terjadi akibat pembuatan dermaga yang tidak dilengkapi semacam paku bumi untuk menahan tumpukan batu agar tidak bergerak jatuh ke kanan atau ke kiri persandaran.

Apabila kejadian kapal bocor akibat terbentur batu terus saja berulang, bukan tidak mungkin kapal akan takut sandar di PPI Tasikagung. Saat ini saja, sejumlah kapal memilih parkir lebih ke tengah, untuk menghindari insiden kapal bocor akibat terbentur batu.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut Rembang, Letda Hartono menjelaskan tumpukan batu proyek dermaga masih menyisakan rongga di dalamnya. Ketika ombak besar angin timuran, batu-batu tersebut berjatuhan ke dasar laut.

Dia membenarkan bahwa beberapa waktu lalu pernah dikerahkan sejumlah penyelam, untuk membersihkan dasar laut. Namun belakangan telah kembali berserakan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Pelabuhan Perikanan Pantai maupun pihak Dinas Kelautan dan Perikanan, untuk membicarakan solusi terbaik guna mengatasi masalah tersebut. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan