Demokrat Rembang Dibayangi Pecah Kongsi

Senin, 20 Januari 2014 | 17:07 WIB
Harno, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Rembang. (Foto:mataairradio.net)

Harno, Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Rembang. (Foto:mataairradio.net)

REMBANG, MataAirRadio.net – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Rembang dibayangi isu pecah kongsi setelah muncul protes terhadap penunjukan Gunasih sebagai pengendali sementara partai berlambang bintang mercy ini. Gunasih ditunjuk sebagai pengendali Demokrat Rembang setelah Ketua DPC Mochammad Salim ditahan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah karena kasus dugaan korupsi APBD 2006-2007.

Adalah Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Rembang, Harno yang memprotesnya. Menurut Harno yang Wakil Ketua Fraksi dan PAC Partai Demokrat Pamotan, penunjukan Gunasih sebagai pengendali sementara partai, tidak diketahuinya.

Apalagi Harno mendengar kabar di luaran bahwa ada beberapa PAC yang telah menandatangani surat pengajuan Gunasih sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Sementara dirinya dan beberapa PAC lain tidak tahu menahu pengajuan tersebut.

Muncul pula kesan ada dua kubu di Demokrat Rembang, yakni kubunya dan kubu Gunasih. Sebenarnya dia bisa menghormati usulan itu, jika dilakukan secara fair, terbuka, dan sesuai prosedur.

Harno menyebut gerak cepat yang dilakukan sebagian pengurus DPC Partai Demokrat Rembang yang menunjuk Gunasih sebagai pengendali sementara partai, terkesan saling colong. Mereka yang mau tanda tangan pengusulan diajak, yang tidak ditinggal.

Dia juga menyebut dirinya masih muda dalam urusan politik. Menurutnya politik yang terjadi sekarang, tidak mengenal kesantunan, tetapi yang ada adalah kepentingan-kepentingan. Harno pun mengambil kenyataan itu sebagai ilmu yang berharga.

Menurutnya, langkah cepat sebagian pengurus partai di internal Demokrat Rembang merupakan bagian dari usaha demi kepentingan yang lain. Harno sendiri mengklaim, dirinya masih menggunakan politik yang sopan dan sesuai dengan prosedur.

Pihak Gunasih belum memberikan konfirmasi mengenai protes yang dilancarkan Gunasih. Saat dihubungi MataAir Radio melalui sambungan telepon, Gunasih mengaku sedang ada sosialisasi di desa, setelah itu menutup pembicaraan.

Namun sebelumnya, dia membenarkan penunjukan dirinya sebagai pengendali sementara partai dilakukan secara lisan. Gerak cepat tersebut lantaran ada banyak urusan penting seperti koordinasi caleg lintas dapil, provinsi, tingkat Pusat yang butuh pengendalian.

Sekretariat Demokrat Rembang melalui Charis Kurniawan juga menyatakan, penunjukan Gunasih bersifat informal alias belum resmi karena menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat. Status Gunasih juga bukan penjabat sementara. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan