Demokrat Buka Penjaringan, Berharap Koalisi dengan PPP

Senin, 4 Mei 2015 | 18:45 WIB
Konferensi pers penjaringan bakal calon Bupati Rembang dari Partai Demokrat di Kantor DPC setempat, Senin (4/5/2015) siang. (Foto: Pujianto)

Konferensi pers penjaringan bakal calon Bupati Rembang dari Partai Demokrat di Kantor DPC setempat, Senin (4/5/2015) siang. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Rembang membuka secara resmi penjaringan bakal calon bupati pada Pilkada 2015. Formulir pendaftaran baru bisa diambil mulai Rabu 6 Mei nanti, tetapi Demokrat memilih lebih dulu mengumumkannya Senin (4/5/2015) ini.

Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Rembang dari Partai Demokrat Charis Kurniawan mengatakan, penjaringan yang dimulai baru pada bulan Mei, bukan merupakan waktu yang terlambat. Sebab DPP Demokrat baru menerbitkan petunjuk pelaksanaan penjaringan, 2 April lalu.

Apalagi DPP memberikan tenggat waktu penerimaan usulan bakal calon bupati dari tiap DPC pada 1 Juni mendatang. Waktu penjaringan yang berlangsung hingga 15 Mei nanti dianggap ideal. Terlebih setelah tanggal itu pun atau sebelum 1 Juni, pendaftaran masih bisa diterima oleh DPP.

“Kalau ini dinilai telat atau tidak, itu tergantung asumsi di masing-masing pihak. Tanggal 2 April kami baru menerima juklak-juknis penjaringan. Jadi baru di tanggal ini lah kita memulai penjaringan. Kami bikin 15 Mei, untuk efektivitas kerja saja. Kalau dibuka satu bulan, itu ‘wagu’ (kurang pantas, red.),” katanya.

Dalam jumpa pers yang digelar di Kantor DPC Partai Demokrat di Jalan Blimbing Magersari Rembang, Charis juga mengaku menjalin hubungan dengan semua partai dalam kerangka mencari mitra koalisi. Dia pun mengharapkan agar partainya bisa kembali berkoalisi dengan PPP sebagaimana Pilkada 2010.

Charis menjelaskan, koalisi dengan PPP akan sangat menguntungkan karena secara itungan di atas kertas, jumlah kursi dari kedua partai menjadi 18. PPP 10 kursi dan Demokrat 8 kursi. Jumlah kursi itu jelas melimpah karena syarat mengusung calon bupati hanya butuh sembilan kursi.

Meski demikian, Demokrat tidak lantas menutup diri untuk berkoalisi dengan partai lain selain PPP. Menurutnya, kondisi Demokrat saat ini, berpeluang bermitra dengan partai manapun. Terkait partai koalisi pun, pihaknya akan tetap berkonsultasi dengan DPD dan DPP Partai Demokrat.

“Kita menjalin komunikasi yang baik dengan semua partai. Semua mungkin (diajak koalisi). (Soal kembali berkoalisi dengan PPP) Kita koalisi dengan PPP itu akan kami syukuri. Itu menjadi harapan kami, agar bisa kembali berkoalisi dengan PPP,” tandasnya.

Sementara itu, di kesempatan ini, politisi yang disebut akan menjadi bakal calon terkuat dari Partai Demokrat, Harno, tidak tampak hadir. Padahal Harno adalah Ketua PAC Partai Demokrat Kecamatan Pamotan, sedangkan di pertemuan itu beberapa Ketua PAC seperti dari Sumber, tampak hadir.

Bos koperasi itu belum bisa dikonfirmasi mengenai ketidakhadirannya. Namun dia hampir pasti mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati dari Partai Demokrat. Menurut Charis, pengambilan formulir bisa diwakilkan, namun nantinya harus dikembalikan sendiri oleh bakal calon yang bersangkutan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan