Demokrat Akhirnya Usulkan Pemberhentian Tetap Sunarto

Jumat, 25 September 2015 | 18:48 WIB
Bendera Partai Demokrat pada Pemilu 2014. (Foto:Rif)

Bendera Partai Demokrat pada Pemilu 2014. (Foto:Rif)

 
REMBANG, mataairradio.com – Pihak DPC Partai Demokrat Rembang, Jumat (25/9/2015) pagi, akhirnya menyampaikan surat usulan pemberhentian tetap Sunarto sebagai anggota DPRD setempat, karena memilih maju sebagai calon bupati pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rembang tahun 2015.

Menurut juru bicara DPC Partai Demokrat Rembang Tri Cahyo Rismawanto, surat tersebut disampaikan kepada Pimpinan DPRD setempat lewat Sekwan. Sebelumnya, Demokrat Rembang menyatakan sempat pernah menyerahkan surat usulan itu kepada sekretariat DPRD.

Tetapi karena usulannya belum dilampiri dengan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat, surat dikembalikan. Cahyo menyatakan surat usulan tersebut sekaligus membantah adanya rumor yang menyebut Sunarto-Kuntum tidak serius mencalonkan diri sebagai pasangan calon kepala daerah Rembang.

“Intinya pagi tadi sudah kita sampaikan ke Sekwan. Ini sekaligus membantah rumor kalau kami nggak serius,” katanya ketika dihubungi mataairradio.

Tri Cahyo juga menyatakan, setelah persoalan surat usulan pemberhentian tetap Sunarto sebagai anggota DPRD selesai, pihaknya bisa menjadi lebih fokus untuk menggenjot kerja tim pemenangan.

Dia tidak memungkiri, sebelum surat usulan tersebut beres, ada pihak-pihak yang memanfaatkannya untuk menyebarkan rumor ketidakseriusan pasangan nomor urut 2 tersebut. Salah satunya diduga datang dari pihak yang menjagokan pasangan Hafidz-Bayu.

Cahyo mengungkapkan, rumor yang beredar itu termasuk mengatakan kalau majunya Sunarto-Kuntum hanya untuk memecah kekuatan Hamzah-Ridwan. Pihaknya menegaskan, rumor tersebut tidak benar karena calonnya serius.

“Sebagai buktinya, kami akan tunjukkan dengan kerja pemenangan sampai level desa,” tandasnya.

Ketua DPRD Rembang Majid Kamil menyatakan sudah menerima surat usulan pemberhentian tetap Sunarto, yang kini duduk sebagai anggota Komisi A. Ia juga menyatakan sudah mendisposisikannya supaya ditindaklanjuti dan akhirnya ditandatanganinya untuk diteruskan ke KPU.

Dari KPU, DPRD perlu meminta nama pengganti antarwaktu untuk Sunarto. Proses di tingkat DPRD termasuk di KPU memakan waktu 7 hari. Berikutnya ada waktu maksimal 7 hari bagi Bupati untuk meneruskan surat tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah.

“Proses di Gubernur maksimal 14 hari sehingga total butuh 28 hari,” katanya.

Batas akhir penyerahan surat pemberhentian tetap Sunarto sebagai syarat ke tahapan berikutnya kepada KPU, jatuh pada 23 Oktober mendatang. Majid memprediksi waktunya bisa mencukupi.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan