Delapan Rumah Warga Karangmangu Rusak Diterjang Ombak

Kamis, 24 Mei 2018 | 14:45 WIB

Ombak menerjang permukiman warga Desa Karangmangu Kecamatan Sarang, Rabu (23/5/2018). (Foto: mataairradio.com)

 

SARANG, mataairradio.com – Delapan rumah warga di Desa Karangmangu Kecamatan Sarang rusak diterjang ombak.

Abrasi di pantai setempat ditambah angin musim timur mengakibatkan luapan air laut alias rob tidak terkendali.

Kepala Seksi Kedaruratan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Pramujo mengatakan, ombak besar yang memicu rob, datang tiap siang hari.

“Ombak datangnya siang. Kalau pagi dan malam, surut,” katanya.

Gelombang tinggi yang memperparah abrasi, terjadi sejak awal Mei, namun puncaknya pada Rabu (23/5/2018) kemarin.

“Yang paling parah terjangan ombaknya, kemarin,” terangnya

Rumah warga yang rusak berada di wilayah RT 4 RW 2, masing-masing milik keluarga Shodikin, Udin, Slamet Riyadi, Sopir, Mida, Sifa, Rasun, dan Qoiri.

“Delapan rumah yang rusak ini, karena sebelah utaranya tidak ada breakwater lantaran dipakai perlintasan perahu. Yang lain aman,” tandasnya.

Camat Sarang Mutakin menambahkan, selain merusak delapan rumah, terjangan ombak musim timuran juga mengakibatkan belasan rumah warga di Desa Karangmangu tergenang.

“Rumah yang tergenang di Karangmangu, antara 12-13 rumah,” katanya.

Genangan serupa juga terjadi di 37 rumah warga di Dukuh Gondan, Nyamplung, dan Belitung Desa Kalipang.

“Kalau di Kalipang, yang tergenang ada 37 rumah. Itu yang tergenang rata-rata bagian dapur atau bagian belakang rumah,” ujarnya.

Ia membenarkan, air pasang akibat musim timuran menjadi pemicu utama kerusakan dan genangan di total puluhan rumah penduduk di dua desa tersebut.

“Ada angin kencangnya juga,” terangnya.

Puncaknya terjadi pada Rabu (23/5/2018) pagi kemarin sekitar pukul 10.00 WIB.

Khusus terhadap warga yang rumahnya rusak, sudah langsung dievakuasi ke rumah saudara dan tetangga mereka.

“Kemarin pukul 11.00 WIB itu sudah langsung kita evakuasi ke tetangga atau saudara terdekat,” tegasnya.

Menurut Mutakin, mereka boleh kembali ketika cuaca sudah relatif aman.

“BMKG memprediksi cuaca ombak masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Jadi bertahan saja dulu. Kalau mau benah-benah silakan,” wanti-wantinya.

Selain Karangmangu dan Kalipang, sebenarnya ada dua desa lagi, yakni Sarangmeduro dan Sendangmulyo, yang juga rawan abrasi, terjangan ombak, dan rob.

“Kalau Karangmangu ini, saat timuran banyak kena. Kalau Kalipang, sebaliknya; saat baratan banyak kena (abrasi),” katanya.

Namun karena sudah ada breakwater antara Sarangmeduro hingga Sendangmulyo, maka dua desa ini kini cukup aman dari abrasi.

Mutakin menyebutkan, penanganan secara darurat abrasi di Karangmangu dan Kalipang dilakukan dengan menumpuk karung berisi pasir.

“Penanganan ya langsung kerja bakti. Menumpuk karung berisi pasir. Nanti saat Musdes juga akan dibicarakan soal penanganan abrasi ini,” katanya.

Sementara dalam jangka menengah, diusulkan penanganan dengan breakwater atau pemecah gelombang. Anggarannya diusulkan lewat APBD Kabupaten Rembang tahun 2019.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan