Debu Berterbangan, Warga Tagih Janji Perusahaan

Jumat, 11 September 2015 | 16:13 WIB
Ruas jalan di Pamotan, ketika berdebu baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

Ruas jalan di Pamotan, ketika berdebu baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Warga Desa Pamotan Kecamatan Pamotan menagih janji 8 perusahaan pertambangan di daerah itu. Janji yang ditagih ini terkait komitmen perusahaan, yang siap berhenti sementara beroperasi, jika debu pekat sampai liar berterbangan.

Kades Pamotan Abdul Rouf mengaku sudah mendatangi tiap-tiap perusahaan. Hal itu sebagai tindak lanjut atas keluhan warga yang mendatanginya. Jumat (11/9/2015) ini, perusahaan telah berhenti beroperasi. Tetapi dia mengungkap persoalan, karena warganya yang bekerja di perusahaan, jadi menganggur.

“Kami inginnya, perusahaan tetap jalan tetapi lingkungan juga diperhatikan. Dilematis juga (kalau perusahaan sampai tutup). Sabtu (12/9/2015) malam nanti kita akan bahas persoalan ini lagi. Bersama warga, muspika, dan perusahaan,” katanya ketika dihubungi mataairradio.

Anggota DPRD Rembang dari Desa Pamotan Sugiharto mengatakan, pilihan pertama ketika debu pekat kembali liar berterbangan, adalah meminta kepada perusahaan agar melakukan penyiraman secara maksimal. Tujuannya, agar debu yang berterbangan bisa berkurang secara drastis.

Tetapi apabila upaya itu tidak diindahkan oleh perusahaan, maka sebagaimana komitmen yang diteken bersama pada tahun lalu, mereka mesti tutup untuk sementara waktu. Namun dia menyadari, jika perusahaan tutup, sebagian warga akan menganggur. Karena itu, pertemuan yang solutif diperlukan.

“Perusahaan tutup itu menjadi pilihan terakhir. Yang utama adalah perusahaan melakukan penyiraman, sehingga debu tidak liar seperti itu. Memang kalau tutup, sebagian warga menganggur. Tetapi perusahaan juga mesti perhatian kepada lingkungan,” tandasnya.

Menurut catatan pihak Desa Pamotan, perusahaan yang aktivitasnya dituding memicu debu dan mencemari warga di antaranya CV Sinar Terang 1 dan 2, Gunung Mas 1 dan 2, Karya Mina, serta Varia Usaha dan Mustika.

Belakangan diketahui, pihak desa tidak mendatangi PT UTSG, yang merupakan anak perusahaan PT Semen Gresik. Kades Pamotan berdalih, perusahaan itu memproses material tambang di dalam ruang pabrik, sehingga tidak menghasilkan debu liar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan