Debit Air Kurang, PDAM Tangguhkan 3.000 Pelanggan Baru

Kamis, 24 Maret 2016 | 17:11 WIB
Petugas teknis dari PDAM Rembang tampak sedang memperbaiki pipa jaringan di wilayah Kecamatan Sale. (Foto: mataairradio.com)

Petugas teknis dari PDAM Rembang tampak sedang memperbaiki pipa jaringan di wilayah Kecamatan Sale. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – PDAM Rembang menangguhkan permohonan penyambungan layanan air bersih bagi sekitar 3.000 calon pelanggan baru dari wilayah Kecamatan Rembang.

“Penangguhan ini karena kurangnya debit pasokan air baku yang kami kelola,” ungkap Kepala Bagian Teknis PDAM Rembang Suroso.

Ia mengatakan, pasokan air baku dari beberapa sumber tidak optimal karena tingkat curah hujan yang rendah, bahkan beberapa embung yang diandalkan PDAM, hingga Kamis (24/3/2016) ini, belum terisi penuh.

“Embung seperti Jatimudo dan Lodan baru sedikit terisi,” ujarnya.

Ia menyebutkan, permohonan penyambungan layanan air bersih yang ditangguhkan itu kebanyakan diajukan dari para pengembang perumahan di wilayah perkotaan.

“Kami tidak bisa memastikan kapan permohonan calon pelanggan baru itu bisa terlayani,” tandasnya.

Suroso menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan 3.000 calon pelanggan baru di wilayah Rembang Kota, debit air yang diperlukan mencapai 35 liter per detik.

“Kebutuhan debit air tersebut, belum termasuk keperluan 1.000 pelanggan lama PDAM di wilayah Rembang Kota,” jelasnya.

Saat ini saja, pasokan air baku untuk para pelanggan PDAM di wilayah Rembang Kota mengandalkan suplai dari berbagai sumber.

“Dari Embung Banyukuwung sebanyak 10 liter per detik, dari Sumber Air Mudal 40 liter per detik, dan dari Sumber Semen-Sale 30-35 liter per detik,” sebutnya.

Namun menurut Suroso, permohonan penyambungan layanan air bersih bagi calon pelanggan baru di wilayah Kecamatan Sarang masih dilayaninya dalam waktu 1-2 hari.

“Untuk unit lain, kami mesti selektif mengabulkan permohonan pelanggan baru dan semua itu tergantung kapasitas debit terkini,” tegasnya.

Suroso menambahkan, untuk bisa memproses permohonan pelanggan baru yang masuk daftar tunggu, diperlukan tambahan suplai air baku lewat penambahan embung-embung baru.

“Kami sering dilema karena mestinya PDAM memberi layanan kepada masyarakat tanpa kecuali,” imbuhnya.

Apalagi menurutnya muncul paradigma di masyarakat, begitu kesulitan mendapat air bersih dari membuat sumur, maka gantungannya langsung ke PDAM.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan