Debat Pertama, Kandidat Diadu soal Good Governance

Selasa, 27 Oktober 2015 | 18:02 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang, Selasa (25/8/2015) pagi, menggelar rapat pleno terbuka penetapan nomor urut dan daftar pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2015. (Foto: Pujianto)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang, Selasa (25/8/2015) pagi, menggelar rapat pleno terbuka penetapan nomor urut dan daftar pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2015. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – KPU Rembang, Selasa (27/10/2015) siang, akhirnya memutuskan akan menggelar debat kandidat bagi peserta Pilkada pada Senin 2 November mendatang.

Tema debat pertama ini adalah peningkatan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.

Rencananya, debat akan digelar selama 90 menit sejak pukul 09.00 WIB di Ruang Rapat Paripurna DPRD Rembang dan disiarkan secara tunda oleh JTV.

Debat akan dipandu oleh moderator Hasyim Asy’ari, yang merupakan dosen Fakultas Hukum Undip Semarang.

Komisioner Divisi Pencalonan pada KPU Rembang Adib Ulinnuha menjelaskan, pada debat nanti, setiap pasangan kandidat akan dihadirkan dan hanya 25 orang pendukung dari masing-masing pasangan yang boleh masuk ruangan.

“Pendukung di luar ruangan, akan disediakan layar oleh JTV,” ujarnya kepada mataairradio.

Adib menyebutkan, KPU menggelontorkan anggaran kira-kira Rp70 juta untuk menggelar debat kandidat tahap pertama.

Dia tidak menyebut kapan pelaksanaan debat kandidat tahap kedua atau debat terakhir karena belum teragendakan.

Mengenai alasan dipilihnya JTV sebagai media penyiaran debat kandidat Pilkada Rembang, dia mengatakan, daya jangkau JTV di Rembang, dinilai memadai.

“80 persen wilayah di kabupaten ini bisa dikaver JTV. Selain UHF, JTV bisa dipancarkan dengan parabola,” terangnya.

Nilai penawaran pun menjadi pertimbangan lain dari KPU. Demikian juga dengan alasan memilih siaran tunda.

“Jika disiarkan secara langsung, ongkosnya bisa 2,5 kali lipat,” tandasnya.

Dengan siaran tunda, menurutnya, KPU malah bisa memilih waktu utama dari pemirsa.

Adib menambahkan, debat kandidat sebagai sarana referensi memilih calon bupati dan wakil bupati Rembang, lima tahun ke depan.

“Tiap calon akan diadu tingkat kecakapannya, termasuk visi dan misinya,” tambahnya.

Debat kandidat juga menjadi sarana KPU untuk mendongkrak partisipasi pemilih.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan