Data KIP Bermasalah Bikin Pusing Kepala Desa

Friday, 4 November 2016 | 15:29 WIB
Ilustrasi. Kartu Indonesia Pintar. (Foto: aktual.com)

Ilustrasi. Kartu Indonesia Pintar. (Foto: aktual.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Data penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari Pemerintah Pusat masih cukup banyak ditemukan bermasalah di Kabupaten Rembang, sehingga memusingkan kepala desa.

Kepala Desa Pohlandak Kecamatan Pancur Mundasir mengatakan data siswa yang mendapat jatah KIP tidak valid. Pasalnya sebagian siswa yang sudah lulus, masih tercantum sebagai penerima kartu tersebut.

“Data yang tidak valid bikin pusing. Kami butuh penjelasan mengenai bagaimana cara mengganti data tersebut sehingga menjadi tepat sasaran,” ujarnya dalam sebuah kesempatan dialog, baru-baru ini.

Salah seorang perangkat desa di Pamotan, Khoriah mengaku menuai banyak protes dari warganya lantaran tidak menerima kartu sakti Jokowi tersebut.

“Pihak sekolah menyarankan kepada orang tua siswa agar minta keterangan kepada pihak desa. Yang menjadikan bingung, kami mesti ajukan ke mana,” keluhnya.

Kepala Bidang Kurikulum pada Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang Mutakin mengakui ada sebagian data KIP yang tak sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga penerimanya kedaluwarsa.

Pasalnya, kata dia, basis data yang dipakai sebagai dasar pemberian KIP adalah hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial tahun 2011 (PPLS 2011) yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Siswa dari keluarga tidak mampu yang tidak mendapatkan KIP akan diusulkan lewat sekolah. Bisa menggunakan Kartu PKH atau KIS. Jika ada 2 kartu tersebut, sekolah akan membuat usulan,” terangnya.

Ia menjelaskan, siswa kurang mampu yang terlewat dari KIP tetapi memiliki Kartu PKH atau KIS, disarankannya meminta surat keterangan tidak mampu dari pemerintah desa setempat.

“Setelah lengkap, kami akan usulkan kepada Pemerintah Pusat. Namun sekolah tidak berani memastikan; apakah usulan tersebut disetujui atau tidak,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan