Dampak Penutupan Dolly Dikhawatirkan Hidupkan Kaliuntu

Kamis, 19 Juni 2014 | 14:57 WIB
Ilustrasi eks lokalisasi Kaliuntu Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang. (Foto:pembangunanpolitik.blogspot.com)

Eks lokalisasi Kaliuntu Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang. (Foto:pembangunanpolitik.blogspot.com)

REMBANG, MataAirRadio.net – Kalangan masyarakat di Kabupaten Rembang mencemaskan dampak penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya, Jawa Timur. Mereka khawatir bakal terjadi perpindahan sebagian pekerja seks komersial ke wilayah kabupaten ini.

Salah satu kawasan yang dicemaskan terdampak oleh penutupan lokalisasi terbesar di Asia Tenggara ini, adalah eks lokalisasi Kaliuntu Desa Pasarbanggi Kecamatan Rembang. Kepala Desa Pasarbanggi Rasno mengaku telah mengantisipasi kemungkinan perpindahan PSK Dolly ke kota lain, termasuk Rembang.

Dia tak menampik, bisa saja salah satu dari mereka mengincar lagi eks lokalisasi Kaliuntu. Namun, pihaknya sedang akan melakukan langkah pembinaan terhadap warga Dusun Kaliuntu. Pendataan oleh perangkat desa setempat diperketat. Pihak desa tak mau lokalisasi hidup lagi.

Pihak Satpol PP Kabupaten Rembang juga menyatakan mewaspadai dampak penutupan lokalisasi Dolly, Jawa Timur. Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Sudarno mengaku akan menggelar razia di sejumlah tempat dalam waktu dekat.

Dia menjelaskan, razia akan dilakukan secara sekaligus dengan operasi penertiban menjelang bulan Puasa. Sudarno mengungkapkan tiga titik yang patut diwaspadai menjadi sasaran perpindahan pekerja seks komersial dari Dolly.

Tiga titik itu adalah eks lokalisasi kaliuntu, deretan warung tepi Jalan Pantura Sendangasri dan Dorokandang Kecamatan Lasem, serta di titik lain seperti Kaliori. Meski demikian, pihaknya tetap mengharapkan partisipasi aktif masyarakat untuk menginformasikan praktik prostitusi.

Lokalisasi prostitusi Dolly dan Jarak di Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur, resmi ditutup pada Rabu (18/6) malam.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan berbagai pihak, memberikan bantuan stimulus kepada warga yang terdampak di daerah lokalisasi agar mereka siap untuk beralih profesi pasca-pengalihfungsian lokalisasi. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan