Dalam Sehari, Empat Rumah di Rembang Dilalap Api

Selasa, 17 Juli 2018 | 19:23 WIB

Salah satu dari tiga rumah milik warga RT 1 RW 1 Desa Dowan Kecamatan Gunem yang terbakar akibat arus pendek listrik, sehingga rusak parah. Terlihat, petugas pemadam kebaran bersama warga setempat memadamkan api. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Satu rumah milik Abu Suud warga RT 2 RW 1 Desa Mondoteko Kecamatan Rembang terbakar pada Selasa (17/7/2018) pukul 07.10 WIB. Diduga penyebab kebakaran diakibatkan oleh korsleting.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Kabupaten Rembang Wiyoto mengatakan pihak korban sempat kesulitan untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran, karena kondisi telepon Kantor Damkar sedang rusak.

“Keluarga korban langsung datang ke Kantor Damkar untuk meminta bantuan, sehingga petugas kebakaran langsung menuju lokasi kebakaran guna memadamkan api,” ujarnya.

Wiyoto memperkirakan api berasal dari arus pendek listrik, sebab menurut pengakuan pemilik rumah api berasal dari sisi atas rumah.

“Kondisi rumah yang rusak akibat kebakaran tidak terlalu parah. Kerusakannya di bagian atap rumah. Tidak ada korban jiwa atas kejadian kebakaran, namun isteri korban sempat mengalami trauma,” imbuhnya.

Wiyoto mengimbau kepada masyarakat apabila membakar sampah supaya jangan ditinggalkan sampai api benar-benar padam, apalagi saat ini sudah masuk musim kemarau.

Sementara itu, peristiwa serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Dowan Kecamatan Gunem. Penyebabnya pun sama, arus pendek listrik.

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut, namun tiga unit rumah milik warga ludes terbakar, sehingga kondisi rumah rusak parah.

Tiga unit rumah itu masing-masing milik Maryono, Kasirin, dan Warnan warga RT 1 RW 1 Desa Dowan Kecamatan Gunem.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan