Daging Mahal, Para Jagal di Rembang Kurang Bergairah

Sabtu, 13 Februari 2016 | 12:56 WIB
Rumah ternak siap potong di Desa Padaran Kecamatan Rembang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Rumah ternak siap potong di Desa Padaran Kecamatan Rembang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Para jagal sapi di Kabupaten Rembang dinilai kurang bergairah memotong hewan ternak.

Diduga, hal itu karena harga daging yang kini mahal atau masih sekitar Rp100.000 per kilogram.

Subianto, penjual daging sapi di Pasar Lasem mengaku masih kesulitan mendapatkan stok dari pemasok.

“Sebagian jagal masih enggan memotong sapi karena harga ternak itu kini masih mahal. Jadi nggak banyak yang memasok (daging),” katanya.

Pendapatan yang diperolehnya pun turun separuh, dari Rp50 ribu menjadi Rp25 ribu.

Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian dan Kehutanan Rembang Agus Iwan Haswanto mengatakan, persediaan daging sapi di kabupaten ini masih normal.

“Para jagal memang hanya memotong seekor sapi saja,” katanya.

Jika pun memotong, mesti sapi yang kurang produktif. Menurutnya jagal khawatir jika memotong lebih dari satu, maka daging sapi tidak terserap maksimal di pasaran.

Apalagi harganya kini masih tinggi, sedangkan apabila mereka menyimpan daging terlalu lama, kualitasnya akan turun.

“Tiap jagal motong satu saja sudah cukup untuk memasok kebutuhan pasar di Rembang,” katanya.

Sahid, salah seorang peternak di Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori membenarkan, harga sapi per timbangan hidup hidup kini mencapai Rp43 ribu per kilogram.

“Harga ini naik dari semester terakhir tahun 2015 lalu yang hanya Rp40 ribu per kilogram timbangan hidup,” bebernya.

Meski harga sapi per timbangan hidup cukup tinggi, namun jika dibandingkan dengan harga daging yang Rp100 ribu per kilo bahkan lebih, maka itu disebutnya masih tidak sebanding.

“Tapi yang saya heran kenapa harga daging sebegitu tinggi, padahal stok sapi di peternak cukup. Jika per timbangan hidup hanya Rp43 ribu, maka harga daging mestinya tidak lebih dari dua kali lipatnya,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan