Muchlis, Pulung, dan Junaidi Malu-malu Daftar Panwas Pilkada

Jumat, 21 November 2014 | 13:30 WIB
Ketua Panwas Pilpres Rembang Muchlis Ridlo. (Foto:Pujianto)

Ketua Panwas Pilpres Rembang Muchlis Ridlo. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tiga orang anggota Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu Presiden 2014 di Kabupaten Rembang belum menyatakan sikap alias masih malu-malu untuk mendaftar sebagai anggota Panwas Pilkada 2015 yang dimulai Jumat (21/11/2014).

“Penerimaan berkas pendaftaran dimulai 21-27 November 2014. (Soal daftar lagi) Saya kalau daftar kira-kira masih pantas nggak Mas,” kata Ketua Panwas Pilpres Rembang Muchlis Ridlo dengan nada setengah bercanda ketika dihubungi mataairradio.com tentang rencananya mendaftar sebagai Panwas Pilkada.

Anggota Panwas Pilpres Eko Pulung juga mengaku masih menimbang-nimbang dan melihat keadaan sebelum memutuskan untuk mendaftar sebagai Panwas Pilkada Rembang pada tahun 2015.

“Ya lihat-lihat dulu. Menunggu perkembangan bagaimana. (Malu-malu) tidak juga. Waktunya kan sampai tanggal 27 November,” ujarnya sembari dilanjut dengan tertawa.

Menurutnya, jika pun akhirnya memutuskan mendaftar lalu mengikuti seleksi dan akhirnya lolos, pelantikan Panwas Pilkada Rembang 2015 juga dilakukan setelah keputusan mengenai bentuk Pilkada disepakati secara final digelar secara langsung.

“Kita bertiga, termasuk Pak Jun (Junaidi) sama kok Mas. Masih menunggu perkembangannya. (Soal kecenderungan mendaftar) Belum ada sampai saat ini,” tegasnya.

Untuk diketahui, akhir masa tugas Panwas Pilpres di Rembang yang memuat Muchlis Ridlo, Eko Pulung, dan Junaidi baru akan berakhir 31 Desember 2014.

Pendaftaran petugas panwaslu di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah yang akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah pada 2015 diminati berbagai kalangan dengan latar belakang profesi.

“Masyarakat yang mendaftar sebagai petugas panwaslu diketahui berasal dari akademisi, swasta, advokat, dan pensiunan pegawai negeri sipil, serta Polri,” kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Teguh Purnomo seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan pendaftar yang datang langsung ke kantor Bawaslu Jateng untuk mencari informasi persyaratan yang dibutuhkan selama pendaftaran petugas panwaslu pada 14-20 November 2014 didominasi wajah baru.

“Kendati demikian, mantan panwas kecamatan, dan beberapa mantan anggota KPU kabupaten/kota juga terlihat mendaftar,” ujar mantan komisioner KPU Provinsi Jawa Tengah itu.

Menurut dia, selain pendaftar yang datang langsung ke kantor Sekretariat Tim Seleksi Panwaslu, banyak juga masyarakat yang mengakses seleksi.bawaslu-jatengprov.go.id untuk mendaftar secara “online”.

Tahapan setelah pendaftaran petugas panwaslu ditutup adalah penerimaan berkas pendaftaran (21-27 November 2014), pengumuman hasil administrasi (2 Desember 2014), penerimaan tanggapan dan masukan masyarakat (2-6 Desember 2014), tes tertulis (6 Desember 2014), pengumuman hasil tes tertulis (8 Desember 2014).

Tes wawancara (12-17 Desember 2014), pengumuman dan penyampaian tes wawancara enam besar calon anggota panwaslu dari timsel ke Bawaslu Jateng (20 Desember 2014), uji kelayakan dan kepatutan untuk memilih tiga anggota panwaslu terpilih (21-26 Desember 2014).

Teguh mengingatkan para pendaftar harus mengumpulkan tiga rangkap berkas pada panitia pendaftaran yaitu satu berkas asli dan dua salinan berkas.

Sebelumnya, Bawaslu Jateng telah membentuk lima anggota timsel perekrutan anggota panwaslu kabupaten/kota terdiri atas Andreas Pandiangan, Fitriyah, Fajar Subhi, Edi Pranoto, dan Amir Machmud.

Untuk mempermudah pengawalan proses maupun supervisi terhadap seleksi panwaslu ini, Bawaslu Jateng membagi 16 kabupaten/kota yang akan melakukan pilkada pada 2015 menjadi tiga region.

Region pertama meliputi Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kota Pekalongan, Kabupaten Blora, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Semarang. Region kedua meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri, dan Kabupaten Klaten.

Region ketiga adalah Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purbalingga, Kota Magelang, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Purworejo.

Teguh berharap masyarakat dapat mengawal proses seleksi ini dengan baik agar nantinya terpilih anggota panwaslu kabupaten/kota yang berkualitas dan berintegritas tinggi terhadap proses demokrasi di Indonesia.

Sebelumnya, KPU Jawa Tengah juga telah melanjutkan persiapan pemilihan kepala daerah di 16 kabupaten/kota di provinsi setempat sambil menunggu pembahasan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Pilkada oleh DPR RI.

“Persiapan yang dilakukan ini bersifat antisipatif meliputi penyusunan regulasi dan rencana-rencana tahapan serta pembiayaan program agar kalau perppu disetujui kami sudah siap,” kata Ketua KPU Jateng Joko Purnomo sebagaimana dilansir Antara.

Ia menjelaskan sebenarnya di Jateng ada 17 daerah yang masa akhir jabatan kepala daerahnya berakhir 2015 tapi Bupati Pemalang akan memasuki purna tugas pada akhir 2015 sehingga pelaksanaan pilkada baru dilakukan 2016.

Ke-16 daerah di Jateng yang akan melaksanakan pilkada pada 2015 itu adalah Kota Pekalongan, Kota Semarang, Kabupaten Rembang, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Kendal, Kota Magelang, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Blora.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan