Curah Hujan Meningkat, Debit Embung Dipantau Ketat

Sunday, 5 January 2014 | 17:57 WIB
Pengukur ketinggian air.

Pengukur ketinggian air.

REMBANG, MataAirRadio.net – Intensitas curah hujan di Kabupaten Rembang berkecenderungan meningkat dalam seminggu terakhir. Tak lama cerah, hujan deras kembali mengguyur di hampir semua daerah di kabupaten ini. Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang memantau ketat debit air embung.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Sinarman mengatakan, debit air embung yang menjadi hulu sungai dan kerap memicu banjir, memang terus diawasi. Dia menyebutkan, embung yang pengelolaannya berada di tangan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana, menjadi perhatian utama.

Pemantauan dilakukan melalui koordinasi dengan petugas dari pihak Balai Besar di masing-masing embung. Sinarman mengakui, pemantauan secara langsung olehnya, hanya secara sepintas. Kalau dicatat sebagai rawan, operator embung lah yang akan segera membuat data sebagai laporan cepat.

Selain debit air embung, potensi kerusakan juga menjadi bagian lain yang juga diawasi. Kasus ambrolnya tebing saluran pelimpah di wilayah hulu Embung Grawan, menjadi satu-satunya laporan kerusakan yang dikirim Bidang Sumber Daya Air ke BBWS Pemali Juana.

Menurut Sinarman, selain Grawan, belum ada lagi embung yang terpantau memiliki potensi kerusakan. Dia mengakui memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan laporan ke BBWS, manakala ada kerusakan.

Mengenai perbaikan terhadap kerusakan embung besar, wewenang sepenuhnya ada pada pihak Balai. Biasanya, penanganan dilakukan dengan anggaran pemeliharaan yang tiap tahun dialokasikan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang, Suharso mengatakan, debit air di Embung Panohan, Banyukuwung, dan Grawan menjadi yang dipantau ketat dan perlu segera diketahuinya.

Embung Panohan misalnya, dipantau ketat karena airnya menggelontor ke wilayah Pamotan, Sungai Babagan Lasem, dan Dasun, sebelum akhirnya sampai ke laut. Jika hujan deras turun dalam waktu lama, air embung berpotensi melimpas.

Sementara debit air di Embung Banyukuwung dan Grawan juga terus diawasi, karena limpasannya bisa mengakibatkan banjir di wilayah hilir seperti Desa Kuangsan dan Karangsekar Kecamatan Kaliori. Namun hingga Minggu (5/1) petang, debit air di tiga embung tersebut, masih aman. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan