Cuaca Musim Timuran Susah Diprediksi, Nelayan Diminta Waspada

Jumat, 8 Agustus 2014 | 15:36 WIB
Ilustrasi cuaca buruk (Foto:Rif)

Ilustrasi cuaca buruk (Foto:Rif)

REMBANG, MataAirRadio.net – Kaum nelayan di Kabupaten Rembang sudah diperbolehkan melaut menangkap ikan pada Jumat (8/8) pagi. Angin kencang dan ombak tinggi disebut sudah mereda, sehingga relatif aman bagi nelayan jika melaut. Namun Pos Angkatan Laut Rembang mengingatkan cuaca di musim timuran, susah diprediksi.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut Rembang Letnan Dua Hartono meminta nelayan kecil yang melaut dengan perahu cukrik, agar tetap waspada di sepanjang musim timuran ini. Menurutnya, meski angin kencang mereda, namun ombak besar kadang datang secara tiba-tiba.

Apabila hal demikian terjadi, nelayan diminta segera meminggirkan perahunya ke pulau kecil atau daratan terdekat. Menurutnya, musim timuran masih akan berlangsung hingga satu bulan ke depan, dan saat ini segera mencapai puncaknya.

Letda Hartono juga mengakui bahwa pada Jumat (8/8) pagi, sudah banyak nelayan, terutama nelayan kecil yang berangkat melaut menangkap ikan. Cuaca laut disebutnya normal. Sebelumnya BMKG Stamar Semarang mengeluarkan peringatan bahaya melaut karena cuaca buruk musim timuran.

Meski hingga Jumat (8/8) siang, BMKG belum mencabut peringatan tersebut, pihak Pos Angkatan Laut Rembang menyatakan gelombang laut dan angin di lautan sudah relatif tenang. Semua nelayan diperbolehkan melaut.

Walaupun begitu, setiap nelayan terutama awak kapal diminta tetap melengkapi diri dengan peralatan keselamatan seperti pelampung. Khusus bagi kapal di atas 25 GT yang melaut lintas pulau, agar tetap mengaktifkan radio, demi komunikasi cepat jika terjadi cuaca buruk atau gangguan pelayaran.

Menurut catatan dari pihak TNI Angkatan Laut, sepanjang musim timuran kali ini, beberapa kapal menjadi korban ganasnya ombak. Namun tidak sampai ada yang tenggelam, karena segera tertangani saat bersandar, seperti yang terjadi di Kebloran Kecamatan Kragan.

BMKG Stamar Semarang mengkhawatirkan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi pada sore dan malam hari disertai angin kencang dengan kecepatan 16 hingga 20 knot. Cuaca ekstrem di Laut Jawa masih berpotensi terjadi dalam sepekan ini, dengan tinggi gelombang air laut hingga 2,5 meter. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan