Cuaca Buruk, Nelayan Rembang Mogok Melaut

Selasa, 17 Januari 2017 | 17:05 WIB

Sejumlah nelayan di Desa Tritunggal Kecamatan Rembang bergotong royong menepikan perahu milik salah satu nelayan setempat, guna diperbaiki, Selasa (17/1/2017) sore. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari lalu hingga setidaknya Selasa (17/1/2017) di Perairan Rembang menyebabkan sejumlah nelayan berhenti dari aktivitas melaut.

Mereka lebih memilih beraktivitas membenahi peralatan melautnya sembari menunggu cuaca membaik, daripada mengambil risiko terserang ombak besar dan angin kencang yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Tidak semua nelayan memilih mogok beraktivitas mencari ikan, beberapa nelayan juga ada yang masih pergi melaut. Itu pun kalau ombaknya besar kembali ke daratan lagi,” ungkap Karmin, salah satu nelayan di Desa Tritunggal Kecamatan Rembang.

Untuk mencukupi biaya kebutuhan sehari-hari, dirinya kini hanya mengandalkan sang istri yang kini berdagang makanan ringan. Memang pada baratan kali ini, tidak seburuk tahun lalu. Tetapi nelayan di desanya tetap terdampak cuaca buruk.

“Sejak terjadi angin puting beliung beberapa hari lalu, kami jadi pikir-pikir kalau pergi melaut. Tapi ya bagaimana lagi, sudah risiko nelayan. Kita waspada saja,” tambahnya kepada mataairradio.com.

Kepala Satuan Polisi Perairan Polres Rembang Iptu Sukamto membenarkan cuaca laut masih kurang bersahabat. Ombak di Perairan Laut Jawa masih berketinggian antara 0,5 hingga satu meter, sehingga membahayakan nelayan di lautan.

“Demi keselamatan, kami imbau nelayan agar menunda dulu melaut. Memang seperti hari ini, cuaca laut sempat sedikit bersahabat. Tetapi cuaca bisa berubah buruk secara tiba-tiba dan itu yang perlu diwaspadai. Wajar, musim baratan,” katanya.

Terhadap nelayan yang nekat melaut meskipun cuaca buruk, Sukamto menyatakan akan langsung menganjurkannya agar menepi saat pihaknya melakukan patroli perairan. Ia mengakui, ada sebagian nelayan yang tetap melaut di musim baratan.

“Cuaca laut akan benar-benar bersahabat, kira-kira nanti setelah Perayaan Imlek atau ketika musim baratan sudah beralih ke timuran. Saat ini, lebih baik tidak melaut dulu, meskipun nelayan berdalih terdesak pemenuhan kebutuhan hidup,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan