Cerita Rakyat Desa Kuangsan Diunjukkan di Level Provinsi

Friday, 5 May 2017 | 19:23 WIB

Para pengurus FK Metra Kabupaten Rembang tampak mengadakan rapat persiapan keikutsertaan Rembang pada festival tingkat Jawa Tengah, di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang, Jumat (15/5/2017). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Cerita rakyat Desa Kuangsan Kecamatan Kaliori akan diunjukkan di level provinsi melalui sebuah festival yang digagas Forum Komunikasi Media Tradisional atau FK Metra Jawa Tengah.

Cerita rakyat tersebut akan ditampilkan dalam bentuk pentas kesenian ketoprak humor yang akan digelar di Gelanggang Olahraga (GOR) Wergu Wetan, Kabupaten Kudus, pada Selasa 16 Mei mendatang.

Ketua FK Metra Kabupaten Rembang Sigit Ariyanto mengatakan, cerita rakyat Desa Kuangsan itu mengisahkan seorang Roro Mendut, anak dari Lurah Kuangsan, yang lebih memilih Pronocitro ketimbang Wiraguna.

“Dikisahkan, Roro Mendut anak dari Lurah Kuangsan lebih memilih Pronocitro yang memiliki sifat jujur daripada Wiraguna yang lebih kaya dan punya jabatan, namun memiliki sifat suka berbohong dan korupsi,” katanya.

Sigit yang seorang dalang kenamaan ini menjelaskan, pemilihan pengangkatan kisah tersebut melalui kesenian ketoprak humor lantaran unsur pesan dalam tema “Jateng Gayeng, Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi”, diyakini akan lebih mudah tertancap di hati penonton.

“Ketentuan dalam pementasan nanti adalah tim penampil hanya 13 orang yang terdiri atas tujuh pemain ketoprak dan enam penabuh gamelan,” terangnya.

Agar menuai hasil terbaik, para pengurus FK Metra Kabupaten Rembang tampak mengadakan rapat persiapan di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang, Jumat (15/5/2017).

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinkominfo Kabupaten Rembang Nur Purnomo menjelaskan, festival yang digelar tahunan ini dilangsungkan dalam bagian tiga wilayah di Jawa Tengah.

“Festival ini dibagi menjadi tiga wilayah dan Rembang masuk di wilayah Kudus. Dalam pementasan harus memenuhi aspek cerita, humor, irama, lagu, gerak tari, dan pesan,” terangnya.

Ia juga menyebutkan, durasi pementasan hanya 30 menit dan memang diikuti oleh hanya 13 orang. Kriteria penilaian itu meliputi penyampaian pesan, kesesuaian naskah cerita dan pagelaran, kreativitas atau ketrampilan permainan, serta kekompakan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan