Ada Empat Cerdas Perjuangan Kartini Menurut Atiqoh Ganjar

Selasa, 15 April 2014 | 17:29 WIB
Siti Atiqoh Supriyanti, istri Ganjar Pranowo (paling kiri) saat berziarah di makam RA Kartini, Selasa (15/4) siang. (Foto: Pujianto)

Siti Atiqoh Supriyanti, istri Ganjar Pranowo (paling kiri) saat berziarah di makam RA Kartini, Selasa (15/4) siang. (Foto: Pujianto)

BULU, MataAirRadio.net – Istri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Siti Atiqoh, Selasa (15/4) siang berziarah ke makam Raden Ajeng Kartini di Desa Bulu Kecamatan Bulu. Atiqoh tidak sendiri, tetapi didampingi rombongan dari unsur gabungan organisasi wanita (GOW) Jawa Tengah.

Datang dengan mengenakan baju berwarna biru muda, Atiqoh menyempatkan diri berdoa secara khusyuk. Setelah beberapa menit, ia keluar dan berbaur dengan rombongan. Seusai berziarah, Atiqoh berbagi makna peringatan Hari Kartini di tahun ini.

Perempuan bernama lengkap Siti Atiqoh Supriyanti ini mengatakan, ada empat langkah cerdas yang bisa diambil sebagai pelajaran dari RA Kartini. Antara lain cerdas dalam belajar agar terbebas dari kebodohan dan cerdas bekerja agar bebas dari kemiskinan.

Kemudian menurut Atiqoh, cerdas dalam beribadah agar bebas dari kesesatan serta cerdas bergaul agar terbebas dari keterkungkungan. Dia menekankan, meneladani perjuangan Kartini, tidak harus dengan menggunakan konde dan berkebaya.

Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz berpendapat, ziarah ke makam pahlawan akan bisa mengingatkan kepada kematian dan Allah. Ziarah kata Hafidz juga bisa mengingatkan manusia agar berlaku tidak sombong dan bersiap menghadapi maut yang bisa datang setiap saat.

Terlebih berziarah ke makam pahlawan nasional diharapkan bisa membangkitkan semangat meneladani perjuangan, khususnya RA Kartini yang memperjuangkan emansipasti wanita. Ziarah yang banyak diisi dengan doa, menurut Hafidz berarti juga mendoakan diri sendiri.

Dia pun menambahkan, pelaksanaan peringatan ke-135 Hari Kartini diharapkan bisa kembali menggelorakan semangat gotong royong dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan harmonisasi serta memperkuat integrasi sosial.

Sementara itu, di balik ziarah tersebut, dilangsungkan bakti sosial berupa pemberikan 16 ekor kambing kepada warga, 20 paket sembako kepada penjaga dan petugas kebersihan makam, serta 20 paket perlengkapan sekolah kepada 20 siswa di sekolah sekitar makam.

Khusus untuk bantuan 16 ekor kambing diambilkan dari pos bagi hasil surplus pengelolaan dana PNPM Mandiri Perdesaan untuk Kecamatan Bulu yang sebesar Rp179 juta.

Selain kambing, dana bagi hasil itu juga digunakan untuk bantuan 96 paket sembako selama enam bulan per rumah tangga sasaran, santunan terhadap 32 anak yatim piatu selama enam bulan, dan bantuan permodalan bagi 64 orang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan