Dianggap Cemarkan Nama Baik, Seorang Pengacara Polisikan Mantan Kliennya

Senin, 3 November 2014 | 17:43 WIB
Surat Pengacara Darmawan Budiharto melaporkan Agus Supriyanto,  ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik, Senin (3/11/2014) (Foto:Pujianto)

Foto surat Pengacara Darmawan Budiharto melaporkan Agus Supriyanto, ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik, Senin (3/11/2014) (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pengacara Darmawan Budiharto melaporkan Agus Supriyanto, mantan kliennya yang kini menjadi terpidana kasus dugaan korupsi dana PPID 2011 di Kabupaten Rembang, ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik, Senin (3/11/2014) sekitar pukul 13.00 WIB.

Laporan Darmawan kepada polisi, didasari antara lain oleh aduan Agus Supriyanto kepada Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) terhadap pengacara yang berkantor di Ruko Kencana Center A, Jalan Pemuda Kilometer 3 Rembang pada 27 September 2014.

Melalui dua lembar siaran pers bermaterai yang diterima mataairradio.com dari pihak Agus Supriyanto pada Kamis 9 Oktober 2014, Darmawan disebut hanya hadir lima kali dari 13 kali proses persidangan, dan melanggar kode etik advokat.

Agus yang Kepala Dinas ESDM Non Aktif ini pun menyebut Darmawan tak membuat nota pembelaan seperti seharusnya dilakukan.

Tak hanya itu, melalui siaran pers bermaterai, Agus juga menuding ada perbedaan sikap dari Darmawan selaku pengacaranya setelah yang bersangkutan bertemu dan bersalaman dengan Bupati Rembang Non-aktif Moch Salim di Pengadilan Tipikor pada 12 Juni 2014.

“Itu tidak benar. Saya datang lebih dari lima kali. Dan ketidakhadiran Pengadu (Darmawan) sudah diinformasikan kepada Teradu (Agus Supriyanto) melalui pesan singkat bahwa tidak bisa hadir karena Pengadu ada sidang di tempat lain,” demikian tulis Darmawan di laporannya.

“Kemudian pada saat sidang dengan agenda persidangan pembacaan pledoi (nota pembelaan), Pengadu datang bermaksud mengikuti proses persidangan namun tiba-tiba Pengadu tidak boleh masuk ke ruang sidang oleh keluarga Teradu,” sambungnya.

“Tuduhan Teradu (soal perbedaan sikap setelah bertemu Bupati Non-aktif Rembang Moch Salim) tidak mendasar dan hanya fitnah serta asumsi Teradu. Pengadu ketika itu hanya sebatas saling bersalaman dengan Bupati Rembang Non -aktif Moch Salim dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasus hukum yang sedang dijalani oleh Teradu,” imbuhnya.

Darmawan menyebut siaran pers bermaterai yang dibagikan kepada media massa oleh keluarga Agus, salah satunya ke mataairradio.com, berisi fitnah dan keterangan sepihak, sehingga merugikan dan mencemarkan nama baiknya.

“Dengan adanya peristiwa tersebut, Pengadu mengalami kerugian baik moril maupun materiil yang disebabkan oleh Teradu,” tandas Darmawan di aduan kepada Kapolres Rembang.

Pengacara yang kini berusia 37 tahun ini meminta kepada Kapolres Rembang agar melakukan tindakan hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku yakni Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan