Cemari Lingkungan, Warga Minta Kontainer Sampah Dipindah

Jumat, 9 Januari 2015 | 17:55 WIB
Kontainer sampah di bilangan Undaan Desa Sumberjo Kecamatan Rembang. (Foto:Pujianto)

Kontainer sampah di bilangan Undaan Desa Sumberjo Kecamatan Rembang. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Warga di bilangan Undaan Desa Sumberjo Kecamatan Rembang mengeluhkan bau dan serakan sampah yang berasal dari dua kontainer sampah di daerah itu.

Mereka meminta dua kontainer itu dipindah agar tidak semakin mencemari lingkungan.

Menurut warga, meski diangkut dua kali sehari, isi kontainer sampah itu gampang penuh.

Pasalnya, tidak hanya warga Sumberjo yang membuang sampah di tempat pembuangan itu, tetapi juga warga Tasikagung dan Sawahan.

Suryono, warga yang tinggal di sekitar tempat pembuangan sampah Undaan mengaku kerap kikuk dengan tamu, gara-gara bau sampah dan lingkungan yang kotor.

“Apalagi, warga tidak tertib membuang sampah di dalam kontainer, tetapi dibuang begitu saja di sekitarnya, sehingga berserakan,” ungkapnya.

Kepala Desa Sumberjo Yopi Arifvianto membenarkan banyak warganya yang mengeluhkan keberadaan tempat pembuangan sampah di Undaan.

“Selain bau, air dari sampah akan berubah menjadi comberan di tepi jalan, apabila hujan turun deras,” .

Sebenarnya, keluhan soal tempat pembuangan sampah itu sudah mencuat sejak sebelum dirinya menjabat.

“Namun upaya kami untuk mengusulkan kepada Pemkab Rembang agar tempat pembuangan sampah dipindah, hanya dijawab dengan pembersihan rutin,” katanya.

Menurut Yopi, tempat pembuangan sampah atau dua kontainer itu bisa saja dialihkan ke wilayah pasar lama.

“Hanya saja, kami tak bisa serta merta memindahkannya karena tanah di pasar lama itu milik Pemerintah Daerah,” katanya.

Kepala Bidang Kebersihan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Rembang Abdul Rokhim mengaku akan mengkaji pemindahan tempat sampah itu.

“Namun pemindahan ini belum akan bisa dilakukan dalam waktu dekat,” katanya.

Rokhim cenderung berpikir untuk menempatkan tambahan satu lagi kontainer agar tidak ada lagi sampah tercecer, daripada memindahkannya ke lokasi lain.

“Usulan agar TPS dipindah ke kawasan pasar lama juga dianggap kurang pas, karena di tempat itu sudah ditempati satu kontainer,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. bakir

    Januari 10, 2015 at 12:48 pm

    sebenarnya sudah sangat jelas… mana yang sudah taraf menganggu atau masih bisa dianggap wajar. bagaimana bisa ditempat dimana komplek ini merupakan perkampungan pechinan yang sudah tumbuh pesat sebagai pusat perhotelan, kuliner dan klinik kesehatan masih bertengger Tempat Pembuangan Sampah sebesar itu??? warga dengan mudah bisa mengatakan mengapa pemerintahn sudah berganti-ganti beberapa pemimpin tapi tata ruang kota tetap semrawut dan sampah dan kotoran ada dimana-mana. setidaknya ada 5 titik tempat pembuangan sampah di dalam kota yang sudah tidak layak lagi dan harus dipindah. dan semuanya berada pada lokasi-lokasi strategis tolok ukur kemajuan kota. jika selama ini rembang pernah mendapat adipura terus yang mana yang dapat dikatakan layak sebagai kota sehat dan bersih?

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan