Bidik Cekdam, BPBD Rembang akan Tinggalkan Embung

Tuesday, 1 July 2014 | 16:38 WIB
Embung Grawan (Foto:Puji)

Embung Grawan (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Kajian antisipasi kekeringan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang di tahun ini masih berlangsung. Data ketersediaan sumber mata air, termasuk sumur biasa maupun sumur pompa dari setiap desa, baru saja masuk ke Pemkab.

Namun masih ada yang perlu dilakukan agar pasokan air tersedia cukup. Pemerintah perlu melakukan penambahan tampungan air dalam bentuk embung atau cekdam. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Suharso menyatakan membidik cekdam.

Menurutnya, cekdam mampu menjangkau lebih banyak areal lahan di sepanjang aliran. Selain itu, dari sisi anggaran, Suharso menganggap lebih hemat dan sesuai dengan kemampuan daerah. Hanya saja, kajian mengenai penempatan cekdam harus dilakukan agar dampak positifnya maksimal di lahan sekitar.

Penanganan kekeringan dengan embung atau cekdam merupakan solusi jangka menengah bahkan panjang. Suharso mengakui perlunya dukungan anggaran dari Pemerintah untuk keperluan tersebut. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Rembang juga menyiapkan solusi jangka pendek dengan bantuan air bersih.

Ada gelontoran dana Rp260 juta untuk penanganan kekeringan. Namun hingga hari Selasa (1/7) ini, belum ada satu pun desa di Kabupaten Rembang yang mengajukan permohonan bantuan air yang bersifat segera. Sebab utamanya adalah karena masih adanya hujan, meski hanya turun secara sporadis.

Memang sudah ada satu desa yang kini mengantre untuk di-“dropping” air bersih saat kemarau tiba yakni Desa Sidomulyo Kecamatan Kaliori. Namun dari BPBD merasa masih perlu cek lokasi untuk memastikan tingkat kebutuhan dan kedaruratan. Apalagi puncak kemarau diprediksi baru berlangsung Agustus.

Sejumlah petani di Kecamatan Sulang menyambut positif rencana Pemerintah yang membidik cekdam daripada embung, dalam menangani kekeringan. Di Desa Bogorame, petani menanti rencana pembangunan cekdam dari Pemerintah. Suharto, warga di desa itu mengaku pernah menikmati manfaat cekdam, namun pembangunannya dibuat asal, karena swadaya dari warga dan tak berumur lama. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan