Cegah Kecelakaan, Operasi Zebra Mulai Digelar

Rabu, 31 Oktober 2018 | 19:21 WIB

Operasi Zebra Candi 2017. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Satuan Lalu Lintas Polres Rembang menggelar Operasi Zebra 2018, salah satunya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kabupaten ini.

Selain itu juga sebagai persiapan menjelang Operasi Lilin pada pergantian tahun di Bulan Desember mendatang.

Kegiatan operasi tersebut berlangsung selama 14 hari, sejak 30 Oktober 2018 kemarin sampai 12 November 2018.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang AKP Roy Irawan menyebutkan, ada tujuh point penting yang menjadi perhatian oleh pihaknya.

Diantaranya yaitu pengendara yang tidak menggunakan helm, melawan arus, dan pengendara di bawah umur.

“Lalu pengendara yang menggunakan telepon genggam, tidak menggunakan sabuk keamanan, serta terindikasi menggunakan obat atau minuman terlarang,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, mengacu pada tahun 2017, tahun 2018 ini terdapat lima jalur yang menjadi titik perhatian karena rawan terjadi kecelakaan (Black Spot).

“Seperti di Jalur Pantura masuk Desa Banyudono Kecamatan Kaliori pada kilometer 105, di Desa Tireman Kecamatan Rembang pada kilometer 113, serta Desa Sendangmulyo kilometer 138 dan Desa Karangharjo kecamatan Kragan pada kilometer 149.

Kemudian titik rawan kecelakaan yang terakhir berada di Jalur Pantura masuk Desa Sendangmulyo Kecamatan Sarang di kilometer 155,” bebernya.

Roy menambahkan, khusus untuk Wilayah Rembang Kota ada beberapa titik yang menjadi prioritas, seperti Perempatan Jaeni, Perempatan Rebel (Eks Stasiun Rembang, red.), Perempatan Pasar Pentungan, Bundaran Pasar, dan Pertigaan Apotek Senawi serta Pertigaan utara Rumah Sakit.

“Dalam tugasnya, kepolisian akan dilengkapi dengan surat tugas agar masyarakat percaya bahwa operasi tersebut merupakan operasi legal.

Selain itu, kami juga sudah sosialisasi ke masyarakat lewat berbagai media sosial dan juga media mainstream seperti radio dan koran,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan oleh Satlantas Polres Rembang, ada sekitar tiga ribu kasus pelanggaran lalu lintas setiap bulannya. Bahkan sejak Januari sampai November 2018 sudah ada sekitar 24 ribu kasus.

Sementara itu, Ridlowi salah satu warga yang mengaku berasal dari Desa Leran Kecamatan Sluke, mendukung adanya Operasi Zebra 2018.

“Apalagi banyak anak sekolah yang membawa sepeda motor ketika berangkat sekolah, padahal belum mempunyai surat izin mengemudi (SIM). Hal itu dapat membahayakan pengendara,” ujarnya, kepada mataairadio.com pada Rabu (31/10/2018).

Di lain sisi ia juga memberikan saran kepada Pihak Kepolisian supaya bersikap santun saat dalam menjalankan tugasnya.

“Dan papan informasi adanya operasi itu harusnya juga dipasang oleh petugas sesuai jarak yang sudah diatur dalam undang-undang,” pungkasnya.

 

Penulis: Mohamad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan