Cegah Fluktuasi Harga, 19 Kelompok Tani Diajak Tanam Cabai

Rabu, 16 Mei 2018 | 18:43 WIB

Seorang petani bawang merah di Dusun Tempel Desa Tlogotunggal Kecamatan Sumber menyemprotkan air ke lahan tanamannya, Sabtu (6/6/2015) pagi. Mereka berharap Pemerintah tidak mengimpor bawang merah, agar harga komoditas itu tak terjun bebas. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataiaradio.com – 19 kelompok tani di Kabupaten Rembang diajak menanam cabai merah dan rawit.

Gerakan ini untuk mencegah fluktuasi harga komoditas tersebut.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang Suratmin menyebutkan, 19 kelompok tani itu akan mengembangkan cabai pada lahan 50 hektare.

“Rinciannya, 25 hektare cabai merah dan 25 hektare cabai rawit,” katanya.

Selain komoditas itu, pihak Dintanpan juga mengajak 10 kelompok petani untuk menanam bawang merah di 30 hektare lahan.

Menurut Suratmin, baik pengembangan cabai merah dan rawit maupun bawang merah, petani didukung bantuan dari Direktorat Jenderal Hortikultura pada Kementerian Pertanian.

“Setiap kelompok tani diberi bantuan berupa benih, pupuk, dan mulsa plastik,” urainya.

Ia memastikan, hingga Rabu (16/5/2018) ini, bantuan sudah didistribusikan kepada setiap kelompok tani.

“Bahkan sebagian petani sudah mulai melakukan penanaman,” bebernya.

Ia menyebutkan, sudah dua tahun ini, bantuan dari Ditjen Hortikultura digelontorkan bagi petani di Kabupaten Rembang.

“Tujuannya agar fluktuasi harga cabai dan bawang merah yang sering terjadi, bisa diantisipasi,” jelasnya.

Dengan banyaknya petani yang menanam cabai dan bawang merah, maka tingkat produksi dua komoditas itu akan melimpah, sehingga menekan potensi lonjakan harga.

Dintanpan Kabupaten Rembang mencatat, tanaman cabai merah akan dikembangkan petani di Desa Bangunrejo Pamotan, Jukung Bulu, Kalipang Sarang, Suntri Gunem, Menoro Sedan, Karangsekar Kaliori, Ngasinan Kragan, Kedungrejo Rembang, dan Karangsari Sulang.

Sementara cabai rawit akan ditanam oleh petani di Karangasem Bulu, Sedan dan Kedungringin Sedan, Bonang Lasem, Jatisari dan Manggar Sluke, Mojokerto Kragan, Sedangagung Pamotan, dan Seren Sulang.

Adapun bawang merah akan dikembangkan petani di Ringin Pamotan, Jatihadi Sumber, Kuangsan Kaliori, Pinggan Bulu, Sendangmulyo Gunem, Kunir Sulang, Sridadi Rembang, Tahunan Sale, Labuhan Kidul Sluke, dan Karaskepoh Pancur.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan