Catur Wulan Pertama, Omzet TPI di Rembang Merosot Rp40,6 Miliar

Rabu, 6 Juni 2018 | 17:27 WIB

Aktivitas di TPI Tasikagung, Rembang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Omzet pelelangan ikan atau raman di sepuluh TPI di Kabupaten Rembang merosot tajam.

Catur wulan pertama 2018, raman dari 10 TPI tercatat hanya Rp82,7 miliar dengan produksi ikan sebanyak 7,4 juta kilogram.

Sementara pada catur wulan pertama 2017 lalu, omzet pelelangan ikan di Rembang mencapai Rp123,3 miliar dan produksi 10 juta kilogram.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, maka raman pada catur wulan pertama 2018 turun Rp40,6 miliar,” ujar Kepala UPT TPI Rembang Sahroni.

Catatan tersebut dihimpun dari TPI Tunggulsari, Tanjungsari, Tasikagung I, Tasikagung II, Pasarbanggi, Pangkalan, Pandangan, Karanglincak, Karanganyar, dan Sarang.

Menurut Sahroni, merosotnya raman akibat dari penurunan produksi penangkapan ikan yang dipicu antara lain oleh musim ombak timuran yang memaksa sebagian nelayan tidak melaut.

“Ombak tinggi dan angin kencang saat timuran membuat nelayan tidak semuanya melaut,” katanya.

Selain itu, larangan penggunaan cantrang secara bebas atau terbatas hanya di perairan 12 mil, diduga juga menjadi pemicu.

“Dua bulan yang lalu, dua kapal cantrang milik warga Rembang ditangkap di Perairan Kalimantan,” bebernya.

Sahroni menambahkan, selama Januari hingga April 2018, tercatat 7.962 kapal melakukan bongkar hasil tangkapan ikan di 10 TPI.

Paling banyak, kapal bongkar pada Maret lalu dengan 3.368 unit, disusul April 2.800 unit, Februari 1.180 unit, dan Januari 614 unit.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan