Cari Barengan, Karyawati Bank Malah Jadi Korban Curas

Selasa, 5 Januari 2016 | 13:45 WIB
Korban curas Nani Sara Yuanita, beberapa saat sebelum dievakuasi oleh warga dan polisi dari lokasi kejadian ke rumah sakit daerah, Senin (4/1/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

Korban curas Nani Sara Yuanita, beberapa saat sebelum dievakuasi oleh warga dan polisi dari lokasi kejadian ke rumah sakit daerah, Senin (4/1/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Karyawati salah satu bank swasta di Rembang menjadi korban pencurian disertai kekerasan, Senin (4/1/2015) malam, di Jalur Rembang-Blora, wilayah Dusun Mbesi Desa Kedungrejo.

Tas berisi tiga gagang ponsel, kartu identitas, kartu ATM, dan uang tunai, digondol pencuri yang mengendarai sepeda motor jenis Yamaha RX King secara berboncengan dua orang.

Menurut informasi, korban sempat mempertahankan tas itu saat pelaku memepet dan berusaha merebutnya.

Namun korban yang bernama Nani Sara Yuanita (27) warga Sulang Kecamatan Sulang justru terjatuh akibat menabrak pal telepon serta kios bensin di tepi jalur itu.

Motor Vario Techno K 4586 SM miliknya rusak, sedangkan korban luka serius di bagian wajah. Pelaku kabur ke arah selatan dengan membawa tas korban.

Warga dan polisi yang segera datang menolong cepat membawa korban ke rumah sakit. Roni, kakak korban yang menemani Nani, menyebut sang adik pulang malam karena menjenguk dulu keluarga di RSI Arafah.

“Mungkin adik melaju pelan untuk cari barengan, tapi malah yang mau dibarengi itu malah jambret. (Pulang malam) Iya karena habis menjenguk keluarga di RSI Arafah,” terangnya kepada reporter mataairradio.

Sementara itu, sampai dengan Selasa (5/1/2016) siang, polisi masih menyelidiki kasus curas terhadap karyawati bank tersebut.

Polisi belum banyak mengorek keterangan dari korban. Sebab, setelah penyelidikan awal, Senin (4/1/2016) malam, korban diprioritaskan dirawat dulu di rumah sakit.

Kapolsek Kota Rembang Ajun Komisaris Urip Prihadi mengimbau masyarakat agar tidak menenteng tas saat bepergian. Urip menyarankan agar tas ditaruh di dalam jok saja agar tidak mengundang penjambretan.

“Penjambretan tak kenal waktu; pagi, siang, atau malam; sehingga mesti selalu waspada,” tandasnya.

Ia menilai, Jalur Rembang-Blora daerah Mbesi-Kedungrejo, cukup rawan kejahatan. Kapolsek meminta masyarakat agar tidak berkendara sendirian pada malam hari.

“Akan lebih aman, jika berkendara dengan didampingi pasangan atau teman yang dipercaya,” tegasnya.

Di Rembang, kasus curas yang pelakunya mengendarai sepeda motor jenis Yamaha RX King tidak kali ini saja.

19 September 2015 lalu, perawat asal Blora yang sedang dalam perjalanan pulang dari Kudus juga dilucuti perhiasannya oleh dua orang jambret yang mengendarai Yamaha RX King.

Namun tempat kejadian perkaranya di Jalur Rembang-Blora, tepatnya di ruas antara Desa Bulu-Dawe Kecamatan Bulu.

Korban juga mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario. Sampai sekarang, kasus yang di Bulu itu belum terungkap.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



One comment
  1. jk

    Januari 6, 2016 at 1:52 pm

    sedikit info mas, dilacak pake akun yg ada dihp atau no hp bisa langsung ketemu lokasinya mas

    Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan