Cantrang Disetop, Perusahaan Es Balok di Rembang Terancam Kolaps

Thursday, 11 January 2018 | 16:36 WIB

Perusahaan es balok milik Pemprov Jateng di Kabupaten Rembang terancam kolaps akibat kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang melarang nelayan menggunakan alat tangkap jenis cantrang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

LASEM, mataairradio.com – Perusahaan es balok di Kabupaten Rembang terancam kolaps akibat kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan yang melarang nelayan menggunakan alat tangkap jenis cantrang.

Joni Hertanto, Manajer Perusahan Daerah Citra Mandiri Jawa Tengah Unit Pabrik Es Sari Petojo Rembang menyebutkan, tingkat penjualan es balok dari pabriknya anjlok 50 persen setelah kapal cantrang tidak lagi melaut.

“Setiap hari, kami memproduksi 25 ton es balok. Sebelumnya selalu habis terjual, tetapi kini hanya laku separuh,” katanya.

Menurutnya, permintaan terbesar es balok berasal dari kapal cantrang, sedangkan dari mini purseseine, cenderung minim.

Joni menyebutkan, produsen es balok tidak hanya pihaknya. Kompetitornya berasal dari Kudus, Pati, dan Rembang sendiri.

“Bahkan pemasok es balok dari wilayah Jawa Timur juga masuk Rembang,” terangnya.

Karena konsumennya hanya berasal dari kalangan nelayan, ia berharap kepada Pemerintah agar mengambil kebijakan yang menguntungkan pengguna cantrang.

“Kami berharap nelayan cantrang bisa melaut lagi,” tuturnya.

Kelangsungan pabrik dan karyawannya terancam oleh kebijakan ini.

PD Citra Mandiri Jawa Tengah Unit Pabrik Es Sari Petojo Rembang yang berlokasi di sebelah timur Terminal Lasem, memiliki 24 orang karyawan.

Hingga Kamis (11/1/2018) ini, belum ada karyawan yang sampai diberhentikan, buntut dari anjloknya penjualan.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan