Cantrang Dilarang, Produksi Ikan di Rembang Turun

Tuesday, 29 March 2016 | 16:39 WIB
Kondisi pelelangan ikan di TPI Tasikagung Rembang, Selasa (29/3/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

Kondisi pelelangan ikan di TPI Tasikagung Rembang, Selasa (29/3/2016) pagi. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Produksi ikan di Kabupaten Rembang sepanjang 2015 menurun antara lain akibat Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 yang isinya antara lain melarang penggunaan cantrang.

Muhammad Ulil Haiba Kepala TPI II Tasikagung Rembang menyebutkan, tingkat penurunan produksi ikan berkisar antara 10-20 persen.

Diakuinya, kebijakan larangan cantrang memengaruhi produksi ikan di Rembang. Ia tidak menyebut berapa ton tingkat penurunan produksi ikan pada 2015.

“Namun meski tingkat produksi ikan menurun, aktivitas pelelangan ikan di TPI-nya berjalan normal,” katanya.

Ia menyebutkan, dalam satu hari rata-rata masih ada sekitar sembilan kapal besar dan sembilan kapal jenis sarang-tayu, yang membongkar hasil tangkapan di TPI Tasikagung.

Akibat penurunan produksi ikan, menurutnya, sebagian pengusaha pengolahan ikan di Kabupaten Rembang dikabarkan mengeluh.

“Tetapi kami tidak sampai mendengar atau menerima secara langsung keluhan dari pengusaha pengolahan ikan. Hanya kabarnya saja,” katanya.

Yang didengarnya hanya bahwa sejak terbit aturan yang melarang penggunaan cantrang, nelayan yang menggunakannya mengaku resah tiap kali akan pergi melaut.

“Mereka khawatir akan terjaring razia atau operasi penertiban cantrang dari pihak yang berwajib saat berada di tengah lautan,” tandasnya.

Ulil turut menyarankan agar Pemerintah Pusat melibatkan pihak nelayan dalam menyelesaikan persoalan aturan larangan penggunaan cantrang.

“Agar tidak ada yang merasa dirugikan perlu ada pelibatan nelayan dalam menyelesaikan persoalan larangan cantrang,” tegasnya.

Pujiono, salah satu nelayan cantrang asal Desa Ngemplak Kecamatan Lasem menyebutkan, turunnya produksi ikan disebabkan oleh berkurangnya nelayan cantrang.

“Kami menyikapi aturan larangan cantrang dengan mengatur waktu, sehingga tidak tiap bulan melaut,” ujarnya.

Larangan penggunaan cantrang sendiri dinyatakan oleh Pemerintah baru akan benar-benar diterapkan pada Desember 2016.

Namun sejak tahun lalu, Pemerintah sudah tidak lagi menerbitkan izin cantrang bagi pemohon baru, kecuali bagi kapal berbobot 30 groston dan melaut di jarak 12 mil.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan