Polisi Bui Penjaga Bengkel DPU Akibat Cabuli Siswi SD

Jumat, 6 Juni 2014 | 14:31 WIB
Penjaga bernama Djupriyanto alias Gendon ditahan polisi karena mencabuli dan menyetubuhi seorang siswi SD. (Foto:Pujianto)

Penjaga bernama Djupriyanto alias Gendon ditahan polisi karena mencabuli dan menyetubuhi seorang siswi SD. (Foto:Pujianto)

SULANG, MataAirRadio.net – Seorang penjaga bengkel milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang, Jumat (6/6) pagi, masih meringkuk di ruang tahanan Mapolres Rembang. Penjaga bernama Djupriyanto alias Gendon ini ditahan karena mencabuli dan menyetubuhi seorang siswi SD.

Tersangka pelaku mengaku melakukan tindakan bejatnya sebanyak tiga kali terhadap korban. Semuanya dilakukan di warung kopi, tempat usaha orang tua sang bocah. Djupri juga mengaku menyetubuhi korban lantaran suasana warung sedang sepi.

Pelaku sendiri sudah beristri dan umurnya sudah 57 tahun. Dia juga menyebut sering memberikan uang saku kepada korban untuk sekolah. Perbuatan tersangka dilakukan mulai pada 14 Mei lalu dan dilakukan pada sore dan malam hari.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso mengaku akan menjerat tersangka pelaku dengan Pasal 81 Ayat 1 dan Pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman hukumannya, pidana penjara minimal tiga tahun maksimal 15 tahun dan pidana denda minimal Rp300 juta dan maksimal Rp600 juta. Sebelum menangkap pelaku, polisi terlebih dahulu mendapat laporan dari masyarakat.

Agar kejadian serupa tidak terulang, polisi mengimbau kepada setiap orang tua agar meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap anak serta tumbuh kembangnya. Jika ada waktu luang, orang tua disarankan untuk menggemblengkan anak ke institusi keagamaan.

Kasatreskrim mengakui, kasus pelecehan seksual terhadap anak di Rembang, cukup tinggi. Hampir semuanya terjadi akibat pengawasan dari orang tua yang kurang atau perhatian di keluarga yang berlangsung secara kurang baik.

Pihak kepolisian pun akan mulai melakukan penertiban terhadap bibit-bibit pelecehan seksual, melalui razia pada sejumlah warung internet. Selain kasus yang terbaru ini, sebelumya polisi juga menangani dua kasus yang sama di Kecamatan Sarang. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan