Meski Hari Libur, Ribuan Buruh di Rembang Tetap Kerja

Thursday, 1 May 2014 | 14:01 WIB
PT Holi Mina Jaya, Sedangmulyo, Sluke, Rembang. (Foto:Rif)

PT Holi Mina Jaya, Sedangmulyo, Sluke, Rembang. (Foto:Rif)

SLUKE, MataAirRadio.net – Ribuan buruh di Kabupaten Rembang diketahui tidak memanfaatkan libur di Hari Buruh Nasional. Mereka masih tampak bekerja di perusahaan, dengan kompensasi upah dua kali lipat dari hari biasa karena dihitung lembur.

Di antara para buruh yang masih masuk kerja pada 1 Mei, meski sudah ditetapkan sebagai hari libur oleh Pemerintah, adalah pekerja di PT Holi Mina Jaya, Sedangmulyo, Sluke. Sekitar 300 orang karyawan di perusahaan eksportir daging ikan ini, masuk bekerja seperti biasa.

Manajer Umum PT Holi Mina Jaya Fredy Yuwono mengatakan, hanya tenaga staf saja yang libur di Hari Buruh. Sementara pekerja potong kepala ikan dan tenaga pengepak, tetap bekerja dengan upah dua kali lipat. Peringatan Hari Buruh tidak berdampak pada produksi pabrik.

Menurut pantauan MataAir Radio, selain di PT Holi Mina Jaya, karyawan pabrik pengolahan ikan lainnya seperti CV Karya Mina Putra, juga tidak libur di Hari Buruh. Namun pekerja di pabrik rokok Djarum di bilangan utara Pasar Rembang, libur aktivitas.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Rembang Jasmani mengatakan, sebelum libur Hari Buruh Nasional, sempat ada pertemuan antara perwakilan buruh, SPSI, perusahaan, dan Pemerintah. SPSI menyarankan agar perusahaan meliburkan sehari pekerja.

Hanya saja, ada perusahaan seperti pabrik pengolahan ikan yang keberatan. Namun mereka yang tetap mempekerjakan buruh, maka upah yang diberikan harus lebih, atau dihitung lembur. Jasmani tidak menangkap adanya upaya pemaksaan terhadap buruh untuk masuk kerja.

Pihak SPSI menegaskan, tidak menggelar peringatan apapun di Hari Buruh yang jatuh setiap 1 Mei. Jasmani memastikan tidak ada satupun anggota SPSI di Rembang yang berangkat untuk mewakili unjuk rasa para buruh di Jakarta.

Menurutnya, buruh yang tetap masuk kerja di Hari Libur Peringatan “May Day” bukannya tidak memiliki daya tawar, melainkan lebih pada faktor pemenuhan kebutuhan ekonomi. (Pujianto)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan