Buron Maling Kayu Hutan Ditangkap

Jumat, 22 Mei 2015 | 15:20 WIB
Kayu jati gelondongan hasil curian dari wilayah hutan KPH Mantingan. (Foto: Pujianto)

Kayu jati gelondongan hasil curian dari wilayah hutan KPH Mantingan. (Foto: Pujianto)

 
SUMBER, mataairradio.com – Buron maling kayu hutan di wilayah KPH Mantingan ditangkap oleh aparat Polsek Japah Resor Blora.

Tersangka bernama Slamet (32) warga Desa Ronggomulyo Kecamatan Sumber. Yang bersangkutan ditangkap pada Rabu (20/5/2015) kemarin.

Wakil Administrator KPH Mantingan Moch Rizqon kepada mataairradio mengungkapkan, tersangka beraksi setidaknya dua kali, masing-masing tanggal 5 Februari dan 24 Maret lalu.

“5 Februari itu, tersangka mencuri kayu di Petak 70D RPH Kedungbacin BKPH Kalinanas,” ungkapnya.

Sementara yang tanggal 24 Maret 2015, tersangka mencuri kayu di Petak 779G RPH Sangkrah BPKH Ngiri.

“Tersangka ditangkap ketika mencuri lagi kayu hutan, tetapi tidak tertangkap tangan,” bebernya.

Barang bukti untuk menjerat tersangka adalah kayu dari dua kali aksi sebelumnya.

Menurutnya, barang bukti itu adalah tiga batang kayu jati yang sudah ditebang, tetapi belum sampai diangkut oleh tersangka.

“Kami tahu kalau pencuri kayu di dua tempat itu adalah Slamet, dari keterangan saksi,” terangnya.

Sejak saat itu, perburuan terhadap pelaku dilakukan.

Hingga Jumat (22/5/2015) siang, tersangka pelaku masih diamankan ke Polsek Japah dan segera dilimpahkan ke Polres Blora.

Menurut keterangan pihak Perhutani KPH Mantingan, ada dua batang pohon kayu jati yang dicuri oleh tersangka.

“Ukuran lingkar kelilingnya mencapai 190 centimeter. Soal ukuran panjangnya, saya tidak tahu, karena kayu sudah dicuri,” ujarnya.

Wilayah BKPH Kalinanas dan Ngiri merupakan daerah rawan pencurian.

Terkait kasus ini, Rizqon telah berkoordinasi dengan Polres Blora.

Lalu kenapa penanganan kasus pencurian kayu hutan oleh Polres Rembang tak seagresif yang dilaporkan ke Polres Blora?

Menurut Rizqon, itu karena kasus pencurian yang terjadi, lebih banyak yang masuk wilayah Blora.

“Kayu yang menggiurkan karena besar dan bagus berada di daerah Blora,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan