Pilkades Digelar setelah Pelantikan Bupati bulan Juni

Selasa, 22 Desember 2015 | 15:48 WIB
Kepala desa baru, dilantik oleh Bupati Rembang Moch Salim pada akhir tahun 2013. (Foto: Pujianto)

Kepala desa baru, dilantik oleh Bupati Rembang Moch Salim pada akhir tahun 2013. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahap II di Kabupaten Rembang kemungkinan besar akan batal digelar di bulan April tahun depan.

Hal itu karena bupati terpilih Rembang baru akan dilantik serempak pada bulan Juni 2016.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang Akhsanudin mengakui, pilkades serentak sedianya digelar pada bulan April dengan asumsi; jika bupati terpilih dilantik pada bulan Februari.

“Namun karena Kemendagri belakangan mewacanakan pelantikan serentak, maka asumsi itu meleset,” ujarnya.

Menurut Akhsanudin, kondisi perubahan itu perlu diikuti karena menyangkut persiapan pelaksanaan pilkades.

“Yang jelas, pilkades serentak tahap II akan tetap digelar pada 2016,” tandasnya.

Sementara itu, sembari menanti kepastian waktu pelantikan bupati terpilih, pihak Bagian Tata Pemerintahan Sekda Rembang menyatakan mulai menginventarisasi kebutuhan peraturan bupati untuk pelaksanaan pilkades.

“Jika tetap digelar April, maka perbup itu perlu digodok secara cepat,” katanya.

Namun jika pilkades digelar setelah pelantikan bupati terpilih yang bulan Juni, maka pihaknya menjadi punya banyak waktu untuk melakukan sejumlah penyempurnaan rancangan peraturan bupati menyangkut pemilihan kepala desa.

Ia juga menilai, kemungkinan pilkades serentak pada sekitar Juni 2016, menjadikan aparat kepolisian memiliki banyak waktu untuk menghela nafas setelah bertugas di pilkada serta pengamanan Natal dan Tahun Baru.

“Pengamanan pilkades tidak lepas dari pengamanan polisi. Apalagi pilkades memiliki banyak potensi konflik,” tegasnya.

Pilkades serentak tahap II di Rembang akan diikuti 43 atau 45 desa. Pemkab Rembang telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk biaya penyelenggaraan pilkades.

Panitia pilkades tidak lagi boleh memungut biaya penyelenggaraan dari calon, seperti pada pilkades serentak tahap I. Pilkades serentak tahap I pada November 2013 silam diikuti oleh 239 desa.

Jika tahun depan, hanya ada 43 desa yang mengikuti pilkades serentak, maka akan ada 5 desa yang baru melakukan pemilihan kepala desa pada 2017. Hal itu karena jumlah desa di Kabupaten Rembang sebanyak 287.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan