Bupati Tepis Hidup di Rembang Susah

Senin, 2 Desember 2019 | 19:49 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat mmeberikan sambutan di Acara “Aku Rembang, Aku Bisa”, pada Ahad (1/12/2019) malam. (Foto: mataairradio.com)

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul hafidz menepis pandangan negatif bahwa hidup di Rembang susah mendapatkan pekerjaan.

Pasalnya, menurut Hafidz potensi di Kabupaten Rembang luar biasa, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disapaikannya saat menghadiri kegiatan “Aku Rembang Aku Bisa” di Alun-alun Rembang pada Ahad (1/12/2019) malam. Dirinya menyampaikan bahwa pemuda harus kreatif dan inovatif, agar bisa mengikuti perubahan jaman.

“Kita punya lahan 40 ribu hektar, kita punya tambang yang begitu luas, kita punya 40 ribu UMKM, yang semuanya itu kalau kita punya inovasi, punya kreatifitas maka InsyaAllah apa yang ada di Rembang ini bisa bermanfaat untuk warga Rembang,” ungkapnya.

Ia menuturkan, kaum muda harus menguasai menejemen usaha, mulai dari produksi, pemasaran, hingga keberlangsungan usaha, sehingga bisa terus berjalan. Apalagi Rembang telah ditetapkan menjadi Kabupaten kreatif di kategori Kriya oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

“Jangan hanya mendapatkan penghargaan tapi tidak terlihat hasilnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang kita kemas untuk mendorong masyarakat agar lebih mencintai produk lokal Rembang, sehingga produk tersebut dapat berjaya,” ujarnya.

Dirinya berpesan, agar anak muda Rembang, jangan takut untuk memulai usaha. Pemerintah Rembang siap mendukung penuh pemuda yang memulai usaha di Rembang lewat beberapa kegiatan yang digelar Pemkab.

Penulis : Mohamad Siroju Munir
Editor : Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan