Plt Bupati Mengaku Sempat Gemetar Teken SKTM

Kamis, 15 Mei 2014 | 16:46 WIB
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto:Pujianto)

Pelaksana tugas (Plt) Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku sempat gemetar ketika menandatangani surat keterangan tanggung jawab mutlak (SKTM). Namun gemetar itu bukan berarti ada yang salah dengan honorer kategori dua yang berkasnya telah diajukan guna mendapat NIP.

Pernyataan ini diungkapkan Hafidz saat membuka sosialisasi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara di Pendapa Museum Kartini Rembang, Rabu (14/5) pagi kemarin. Dia yakin bahwa semua terkait honorer kategori dua telah sesuai aturan sehingga tidak perlu ada kekhawatiran.

Menurutnya, perasaan takut, wajar dialami oleh setiap manusia. Dia pun merasakan yang sama saat meneken SKTM yang bisa berdampak pidana jika terbukti ada kecurangan dan pemalsuan data. Namun ketika sudah punya dasar yang kuat, gamang dan ragu itu pun hilang.

Pada kesempatan itu, Plt Bupati pun mengingatkan kepada setiap Kepala SKPD, agar tidak perlu takut menjalankan tugas, jika memang telah sesuai ketentuan. Saat ini memang, setiap kali ada laporan sekecil apapun dari masyarakat, hampir selalu ditindaklanjuti oleh aparat.

Hafidz berjanji akan selalu memberikan dukungan kepada setiap Kepala SKPD agar menjalani tugas pokok dan fungsinya secara bertanggung jawab. Dia pun berjanji tidak akan membelokkan tugas yang semestinya dari Kepala SKPD, apalagi sampai mengintervensinya.

Dia menegaskan, dengan adanya dukungan penuh seperti itu, tidak ada alasan bagi Kepala SKPD untuk tidak menjalankan tugas, termasuk menggunakan anggaran. Menurutnya, tidak perlu takut, kecuali terhadap kesalahan itu sendiri.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Hamzah Fatoni menyatakan telah mengirimkan berkas honorer kategori dua yang lolos seleksi CPNS ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pengiriman berkas dilakukan 9 Mei kemarin.

Pihak Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah mensinyalir kemungkinan kecurangan berkaitan honorer kategori dua. Sinyal tersebut muncul setelah ditemukan kecurangan seperti pemalsuan SK honorer K-2 di Jepara, Kudus, Pati, dan Blora. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan