Bupati Respon Hasil Audit BPKP Soal Tanjung Bonang

Sabtu, 2 April 2016 | 13:49 WIB
Pelabuhan Tanjung Bonang di Sendangmulyo Kecamatan Sluke. (Foto:Pujianto)

Pelabuhan Tanjung Bonang di Sendangmulyo Kecamatan Sluke. (Foto:Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz dikabarkan sudah merespon hasil audit operasional keberadaan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke atau yang dikenal sebagai Pelabuhan Tanjung Bonang kepada antara lain Direktur PT RBSJ dan Menteri Perhubungan.

Namun informasi terpercaya dari sumber internal Pemkab Rembang itu belum diketahui oleh mantan Ketua Pansus Pelabuhan Tanjung Bonang Puji Santoso.

Dihubungi reporter mataairradio Sabtu (2/4/2016) pagi, Puji mengaku belum mendengar, apalagi tahu soal respon atas hasil audit itu.

“Belum dengar (soal hasil audit) itu, apalagi tahu,” ungkapnya ketika dihubungi reporter mataairradio.

Yang dirinya dengar baru sebatas bahwa hasil audit operasional dari BPKP atas Pelabuhan Rembang Terminal Sluke sudah turun dan diserahkan ke Bupati.

Soal kemudian awak media sudah mendengar adanya respon atas hasil audit dari BPKP itu, ia mengapresiasi tindakan cepat Bupati.

“Tapi ya bagus kalau sudah cepat ditindaklanjuti,” tandasnya.

Terlepas dari ketidaktahuannya mengenai hasil audit operasional dari BPKP apalagi tindak lanjutnya, Puji berharap kepada Bupati Rembang Abdul Hafidz agar memberitahukan eksennya kepada pihak DPRD.

“Meski begitu kami perlu tahu apa hasil auditnya, agar kami, DPRD, bisa ikut mengawasi pelaksanaan hasil audit,” terangnya.

Ia mengakui, hasil audit operasional tentang keberadaan Pelabuhan Rembang Terminal Sluke dan permasalahan yang memiliki indikasi kerugian keuangan Negara, tidak otomatis bisa diterima oleh pihak DPRD.

“Memang kami nggak bisa secara otomatis dapat hasil audit itu. Kalau pun minta BPKP juga nggak bisa,” tegasnya.

Pasalnya menurut Puji, tugas pansus hanya sampai pada disampaikannya rekomendasi kepada Pemkab Rembang atas polemik di pelabuhan yang berlokasi di wilayah Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke.

“Iya. Mestinya kami mendapat salinan hasil audit itu untuk pengawasan,” tekannya.

Puji Santoso menambahkan, sebenarnya pihak DPRD dalam hal ini pimpinan dan perwakilan dari fraksi-fraksi mendapat undangan koordinasi dari Bupati Rembang yang salah satu agendanya diduga kuat mengenai hasil audit dari BPKP tersebut.

“Namun pertemuan Kamis (31/3/2016) itu batal,” ungkapnya.

Pada hari yang sama saat itu, Bupati sedang menghadiri Musrenbangwil I Jawa Tengah yang digelar di Blora dan selesai di atas pukul 14.00 WIB.

Puji mengungkapkan pada Senin (4/4/2016) depan, akan ada Rapimgab DPRD Rembang yang salah satu bahasannya soal respon Bupati atas audit itu.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan