Bupati Rembang Ajak Emak-emak Kampanyekan “Watu Gajah”

Tuesday, 8 September 2020 | 15:44 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat mengunjungi Destinasi Wisata Pantai “Watu Gajah” di Kecamatan Kragan, Ahad (6/9/202) sore. (Foto: MataAir radio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz megajak emak-emak kekinian yang tergabung di dalam komunitas senam aerobik Pelangi untuk gencar mengampanyekan objek wisata Pantai “Watu Gajah”.

Aksi itu ia minta supaya destinasi wisata bahari yang terletak di Desa Sumbersari Kecamatan Kragan itu dapat lebih dikenal oleh kalangan luas, bukan hanya masyarakat lokal.

Kedatangan Bupati Hafidz di Pantai Watu Gajah pada Ahad (6/9/2020) sore itu, sontak membuat ratusan pengunjung histeria.

Ia yang datang tanpa pengawalan menjadi sasaran rebutan swafoto oleh pengunjung, baik laki-laki maupun perempuan. Apalagi, selain senam di sana juga digelar festival layang-layang.

Saat diwawancarai media, Hafidz sengaja menggaet berbagai kalangan, termasuk komunitas senam aerobik untuk turut membantu promosi wisata yang ada di Rembang.

“Yang paling penting itu bagaimana mematuhi protokol kesehatan yang diatur dalam regulasi. Misalkan, pengunjung tidak boleh melebihi 50 persen kapasitas yang ada. Ini harus menjadi perhatian semua pihak,” tegasnya.

Ia menuturkan, salah satu visi dari Pemkab Rembang adalah pengembangan sektor pariwisata, oleh karena itu pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, dalam waktu dekat akan memverivikasi keberadaan Pantai Watu Gajah, untuk dipastikan tata kelolanya.

“Pantai Watu Gajah belum kami saluri dana. Nanti diverifikasi Dinbudpar, apakah pengelolaannya dibantu Pemkab Rembang atau cukup oleh desa saja. Yang pasti, pariwisata menjadi target pengembangan Pemkab Rembang,” terangnya.

Camat Kragan Prapto Raharjo mengungkapkan, keberadaan Pantai Watu Gajah kian populer, lantaran di sana ada batu yang bentuknya dianggap menyerupai gajah.

“Selain itu, juga karena tata kelola sudah dilakukan oleh pemuda Karang Taruna bagus,” ungkapnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan