Bupati Pastikan Luasan Tembakau 2018 3.500 Hektare

Rabu, 14 Februari 2018 | 17:02 WIB

Petani tembakau di Desa Lambangan Wetan Kecamatan Bulu menjemur tembakau rajangannya di atas tanah lapang di daerah setempat, Selasa (22/8/2017). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairadio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz memastikan bahwa luasan pengembangan tanaman tembakau di daerah ini pada 2018 mencapai 3.500 hektare.

Hal ini berarti luasan lahan tembakau di Rembang bertambah sekitar 500 hektare dibandingkan tahun 2017.

Hafidz menjelaskan, tanaman tembakau diharapkan bisa memacu upaya menyejahterakan petani.

“Pangan menjadi tanaman unggulan, tapi untuk menutup (agar masyarakat) lebih sejahtera, tembakau yang kemarin hanya 3.000 hektare akan menjadi 3.500 hektare,” katanya.

Sementara itu mengenai, alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT), Bupati mengatakan, antara lain digunakan untuk membantu petani tembakau.

Bentuk bantuan itu di antaranya alat rajang, rotari, kultivator, dan traktor. Menurutnya sudah ratusan mesin rajang diberikan sebagai bantuan bagi petani tembakau.

“DBHCKT, kebijakan saya untuk petani tembakau. Ratusan alat baik rajang, rotari, kultivator, maupun traktor, ini kita arahkan untuk pertanian (tembakau),” katanya

Jumlah petani tembakau di Kabupaten Rembang juga terus bertambah tiap tahun, sejak dikembangkan secara kemitraan pada tahun 2010.

Menurut catatan pihak Dinas Pertanian dan Pangan Rembang, pada 2010, jumlah petani tembakau tercatat hanya sekitar 80 orang, namun 2017 kemarin sudah lebih dari 6.000 petani.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan