Bupati Nazar Sembelih 10 Sapi Jika Partisipasi Pemilih Capai 90 Persen

Senin, 15 April 2019 | 20:07 WIB

 

Bupati Rembang Abdul Hafidz (tengah). (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz bernazar bakal menyembelih 10 ekor sapi, apabila tingkat partisipasi pemilih pada pemilu serentak 2019 di kabupaten ini mencapai 90 persen dari jumlah total daftar pemilih.

Bupati sengaja bernazar untuk merangsang masyarakat Rembang supaya menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi tahun ini. Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sempat mengeluarkan fatwa bahwa Golput hukumnya haram.

Saat ditemui awak media seusai Upacara Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu di Mapolres Rembang pada Senin (15/4/2019), Bupati Hafidz menjelaskan, bahwa saat ini merupakan momen bagi masyarakat untuk melindungi negaranya.

Yakni melalui setiap suara yang digunakan pada pemilu serentak pada 17 April 2019 mendatang.

“Ini merupakan momen yang tepat bagi masyarakat untuk melindungi negaranya. Jadi salah kalau ada yang menganggap ini kepentingan ini, ini kepentingan itu salah. Ini kepentingan negara, mari kita sukseskan bersama. Setiap suara penentu nasib negara,” ujar Bupati kepada wartawan.

Berdasarkan catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang pada Pemilu 2014 lalu, tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu Legislatif mencapai 72 persen, sedangkan ketika Pemilu Presiden naik menjadi 77,98 persen.

Sementara itu, pada Pemilu Serentak tahun 2019, daftar pemilih tetap di Kabupaten Rembang sebanyak 488.042 orang.

Artinya apabila Bupati menargetkan 90 persen tingkat partisipasi pemilih, maka setidaknya 439.238 pemilih harus mengunakan suaranya.

Namun, di pihak lain Ketua KPU Kabupaten Rembang, M. Ika Iqbal Fahmi menarget tingkat partisipasi pemilih di Rembang pada Pemilu 17 April 2019 mendatang sebesar 77,5 persen.

“Jumlah tersebut sesuai dengan target skala nasional,” ungkapnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan