Bupati Manfaatkan Tarawih Keliling Sosialisasi Pembangunan Infrastruktur

Jumat, 9 Juni 2017 | 15:07 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Camat Sulang Haryanto (kiri) dan pemuka agama di Desa Kunir Kecamatan Sulang pada sesi seusai salat tarawih di masjid desa setempat, Kamis (8/6/2017) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Ajang tarawih keliling pada bulan Ramadan tahun ini dimanfaatkan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz untuk menyosialisasikan pembangunan infrastruktur jalan di tiap daerah yang dikunjungi.

Bupati menyatakan perlu menyampaikan rencana penanganan infrastruktur di wilayahnya, mengingat kondisi jalan daerah, baik jalan poros antardesa maupun antarkecamatan yang masih banyak rusak, bahkan menahun.

Cara tersebut dianggap efektif karena sebagian masyarakat setempat hadir, sehingga bisa berkomunikasi secara langsung dengan Bupati. Mempertanyakan secara tatap muka alasan dan kapan jalan yang rusak, dibangun.

Kamis (8/6/2017) malam, Bupati bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah Kabupaten Rembang, menunaikan salat tarawih bersama di Masjid Desa Kunir Kecamatan Sulang. Di kesempatan itu, hal sama dilakukan.

“Pemkab sudah menyiapkan anggaran tiga miliar rupiah lebih untuk membangun jalan mulai Landoh hingga Kunir. Warga nggak perlu khawatir. Tidak sampai tiga bulan, ruas Landoh-Kunir sudah akan dibangun,” katanya.

Tidak hanya membeber rencana penanganan infrastruktur yang sifatnya segera, pada tiap kali usai salat tarawih, Bupati juga melempar janji perbaikan infrastruktur yang tak bisa ditangani pada tahun ini.

“Kalau pembangunan jalan poros antardesa yakni Korowelang dan Karangharjo, akan mulai dikerjakan pada tahun 2018. Intinya masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Bupati masih pada kesempatan yang sama.

Sebelumnya tingkat serapan anggaran belanja daerah di Kabupaten Rembang pada caturwulan pertama tahun 2017 bergerak lamban, bahkan secara persentase, capaian realisasinya di bawah target yang ditentukan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Subakti menyebutkan, tingkat penyerapan anggaran untuk belanja langsung pada APBD 2017 hingga akhir caturwulan pertama ditargetkan sebesar 30 persen, tetapi baru terealisasi 7,65 persen.

“Anggaran belanja langsung kita pada tahun 2017 sebesar Rp783 miliar lebih, namun sampai dengan akhir April 2017 baru terserap Rp59,899 miliar atau 7,65 persen. Padahal targetnya 30 persen,” katanya.

Sekda juga menyebutkan, jika berdasarkan kegiatan pengadaan barang dan jasa, maka dari 141 paket yang masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP), hingga akhir caturwulan pertama 2017, baru selesai 14 paket, sedangkan lainnya proses.

“Jadi kita itu ada 121 paket pekerjaan konstruksi, 12 paket pengadaan jasa, 6 pengadaan barang, dan dua pekerjaan jasa lainnya. Namun sampai dengan akhir April kemarin, baru selesai dari ULP sebanyak 14 paket,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan