Bupati ingin BUMD Migas Jadi dulu Pemasok

Senin, 25 September 2017 | 12:52 WIB

Pihak Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting sedang melakukan evaluasi sumur (well testing) atas eksplorasi minyak dan gas di wilayah Desa Krikilan Kecamatan Sumber, setidaknya hingga Rabu, 28 Desember 2016. (Foto dokumentasi dari akun Facebook Rudy Heryanto) .

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz menginginkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Rembang Migas Energi menjadi pemasok bahan bakar ke perusahaan-perusahaan di daerah ini.

Menurutnya, peran tersebut diperlukan sembari menunggu keputusan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyangkut operasi di sumur Randugunting 2.

“Karena prosesnya panjang, maka BUMD yang baru ini kita harapkan sudah langsung aksi antara lain sebagai pemasok bahan bakar ke perusahaan-perusahaan yang ada di Rembang,” kata Bupati, Senin (25/9/2017).

Ia mengatakan, PT Rembang Migas Energi dibentuk dengan harapan sebagai pengelola sumur Migas di Randugunting 2 yang berlokasi di Desa Krikilan Kecamatan Sumber, tapi tergantung Pemerintah.

“Kita usul agar (sumur) itu nanti kita yang kelola. Namun tergantung Pemerintah bagaimana. Apakah BUMD bisa mengelola, atau BUMD dengan pihak ketiga, atau pihak lain yang diberi mandat,” paparnya.

Terlepas dari pihak mana yang akan diberikan wewenang oleh Pemerintah, menurut Bupati, sesuai regulasi; daerah tetap berhak atas Participating Interest (PI) sebesar 10 persen untuk sumbangan pendapatan.

“Jadi, jika pun nanti bukan BUMD yang mengelola, diminta atau tidak diminta, daerah tetap dapat PI 10 persen. Itu sebagai cadangan. Meski di hilirnya kita tidak diberi izin, sudah dapat 10 persen,” jelasnya.

Mengenai kesiapan aksi dari PT Rembang Migas Energi, Bupati mengatakan, BUMD sudah siap secara sumber daya manusia, meskipun masih ada yang harus dilengkapi seperti jabatan di manajer umum.

“Direkturnya sudah. Komisarisnya juga sudah. SDM sudah siap, kini baru proses. Tinggal kita bikin di bawahnya. PT Rembang Migas Energi ini tidak menginduk di PT RBSJ karena nggak boleh campur,” ujarnya.

Soal modal perseroan yang sesuai peraturan daerah diamanatkan sebesar tiga miliar rupiah, menurut Bupati, baru akan dialokasi satu miliar rupiah. Itu pun baru dianggarkan lewat APBD Perubahan 2017.

“Target setoran deviden dari BUMD ini belum kita tentukan. PT biar fokus dulu pada penyusunan rencana bisnis dan setel organisasi dan SDM. Tinggal aksi saja, sebelum ada operasi di Randugunting,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan