Plt Bupati Akui Sempat Kelabakan Saat Ganjar Sidak Pupuk

Minggu, 11 Mei 2014 | 18:34 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar didampingi Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz saat melakukan inspeksi mendadak di Gudang Pupuk Petrokimia di wilayah Desa Dorokandang Kecamatan Lasem, Jumat (9/5) siang. (Foto: Pujianto)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar didampingi Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz saat melakukan inspeksi mendadak di Gudang Pupuk Petrokimia di wilayah Desa Dorokandang Kecamatan Lasem, Jumat (9/5) siang. (Foto: Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz mengaku sempat kelabakan saat Gubernur Jawa Tengah melakukan inspeksi mendadak atau sidak pupuk di kabupaten ini. Hafidz menyebut adamis atau salah dalam komunikasi dan mis yang lain, yang tidak diungkapkannya.

Pengakuan tersebut dikuak oleh Plt Bupati Rembang saat memberikan sambutan di acara peresmian SMK Negeri 1 Sumber, Sabtu (10/5) siang kemarin. Di kesempatan itu, Hafidz jugamengungkapkan keheranannya terhadap kelangkaan pupuk yang disebut petani masih terjadi.

Sebab, dari laporan yang diterimanya, saat ini masih ada sekitar 8.000 ton urea yang masih belum terserap. Dia menduga ada permainan di tingkat distribusi entah di tingkat distributor atau pengecer. Hafidz pun menyatakan akan segera menyikapi sidak pupuk oleh Gubernur pada 9 Mei kemarin, terutama pada distributor yang tidak memiliki gudang.

Plt Bupati membeber, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah pihak berkaitan dengan langkah menangani pasokan pupuk yang oleh petani disebut langka. Pihak PT Petrokimia Gresik (Persero) dan distributor telah diminta bergerak cepat menekan kelangkaan.

Menurut Hafidz, dengan sisa pupuk urea yang belum terserap hingga 8.000 ton, maka mestinya stok itu cukup untuk mencukupi kebutuhan petani. Dia juga mengaku tidak memiliki banyak kewenangan dalam melakukan penertiban distribusi.

Sebab, menurutnya, izin bagi distributor dikeluarkan oleh Petrokimia, sedangkan kuota pupuk untuk setiap kabupaten menjadi kewenangan Gubernur. Meski demikian, pihaknya berjanji mengawasi pergerakan distribusi pupuk hingga ke tingkat pengecer dan petani.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengamuk saat melakukan inspeksi mendadak di gudang pupuk PT Petrokimia Gresik (Persero) di wilayah Desa Dorokandang Kecamatan Lasem, Jumat siang 9 Mei kemarin.

Ganjar marah setelah mendapat pengakuan dari salah satu petugas distributor yang menyebut menitipkan jatah pupuk CV Yunita Jaya ke Gudang Petrokimia. Distibutor pupuk tersebut tidak memiliki gudang, setidaknya dalam setahun belakangan. Padahal syarat distibutor harus memiliki gudang sendiri.

Menurut Ganjar, membiarkan distributor tidak memiliki gudang, sama saja dengan memberi ruang gerak kepada makelar pupuk, sehingga bisa mengakibatkan keterlambatan pasokan dan ujungnya membebani petani. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan