Plt Bupati Rembang Minta SKPD Waspadai Efek Dolly

Kamis, 26 Juni 2014 | 20:36 WIB
Rapat Koordinasi Ekuinda di Lantai IV Gedung Setda Rembang, Kamis (26 6) siang. (Foto Pujianto)

Rapat Koordinasi Ekuinda di Lantai IV Gedung Setda Rembang, Kamis (26/6) siang. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Plt Bupati Rembang Abdul Hafidz meminta kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, agar mewaspadai efek penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak di Kota Surabaya, Jawa Timur. Hafidz mengaku sempat dihubungi oleh Bupati Semarang mengenai efek Dolly di Rembang.

Plt Bupati yang berbicara pada pembukaan rapat koordinasi ekonomi, keuangan, industri, dan perdagangan (Ekuinda) menjelang bulan Puasa di Lantai IV Gedung Setda Rembang, Kamis (26/6) siang mengatakan, efek Dolly berpotensi menyebar di daerah lain, termasuk Rembang.

Menurut Hafidz, para pekerja seks komersial dari lokalisasi Dolly berpotensi masuk melalui tempat usaha berbentuk warung kopi dan kafe di sepanjang Jalur Pantura Rembang. Dia meminta SKPD terkait peka, sehingga penyebaran mereka bisa ditangkal sejak dini melalui razia.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati juga mengaku telah menerbitkan instruksi yang mengatur jam operasional warung kopi, kafe, serta tempat hiburan malam seperti warung karaoke. Instruksi ini dibuat berdasarkan kesepakatan rapat forum pimpinan daerah.

Secara umum, menurut instruksi Bupati, warung kopi hanya diperbolehkan buka sejak jam lima sore hingga jam sepuluh malam di bulan Ramadan. Khusus kafe karaoke, bahkan tidak boleh buka selama sebulan penuh Puasa.

Menurut Hafidz, penertiban jam operasional tersebut untuk menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah Puasa. Upaya ini juga agar mereka bisa beribadah secara hikmat, nyaman, dan tidak terganggu.

Sementara itu, Kepala Seksi Penegak Perda pada Satpol PP Kabupaten Rembang Sudarno mengaku perlu selektif dalam menertibkan tempat usaha yang melanggar jam operasional, khususnya warung kopi.

Sebab, saat ini sedang musim tayangan sepak bola Piala Dunia dan banyak warung kopi yang menjadi ajang nonton bareng tim yang berlaga. Namun pihaknya sudah mengantongi jadwal sepak bola di babak akhir, sehingga jika di luar jadwal ada yang buka melebihi aturan, pihaknya akan menertibkan. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan