Bupati Duga Setoran Deviden RBSJ dari Modal

Rabu, 7 September 2016 | 15:07 WIB
Pabrik gula mini salah satu aset PT RBSJ. (Foto:Rif)

Pabrik gula mini salah satu aset PT RBSJ. (Foto:Rif)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz menduga deviden atau pembagian laba dalam beberapa kali dari operasional PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) yang merupakan BUMD tidak berasal dari keuntungan, tetapi diambilkan dari modal perusahaan.

PT RBSJ digelontor modal sebesar total Rp35 miliar dari APBD Kabupaten Rembang pada 2006 dan 2007. Pada 2010, PT RBSJ masih menyetor deviden sebesar Rp1,3 miliar ke kas daerah. Angka jumlah setoran 2010 ini lebih rendah dari nilai 2009 yang mencapai Rp1,7 miliar.

Hafidz mempertanyakan tentang bagaimana sebuah perusahaan yang tidak pernah untung tetapi bisa memberikan pembagian laba kalau tidak ada pengambilan dari modal untuk setoran sebagian keuntungan kepada pihak pemerintah kabupaten.

“Seperti dulu, BKK sebelum tahun 2002. BKK dalam kondisi rugi, tetapi bisa menyetor deviden. Waktu itu saya masih anggota DPRD. Saya tanya Anda rugi kok bisa setor deviden. Ternyata setelah saya tanya lebih lanjut, itu diambilkan dari modal,” katanya.

Namun meskipun memiliki dugaan semacam itu, Hafidz tidak memberikan pernyataan mengenai sikapnya, apakah akan tetap memberikan nafas bagi PT RBSJ atau justru akan membubarkannya, termasuk menggelar rapat umum pemegang saham.

“Soal RUPS belum akan kami lakukan, sampai saat ini. Karena kalau pun RUPS, kami masih belum tahu mau diapakan (RBSJ). BPKP memang ada rekomendasi (untuk mengkaji ulang RBSJ), tetapi sejauh ini kita masih kaji secara menyeluruh,” tandasnya.

Mengenai perusahaan daerah yang sudah memberikan deviden kepada pemerintah kabupaten pada tahun ini, Bupati menyebut BKK dan BPD Jateng masing-masing dengan setoran lebih dari dua miliar rupiah.

“PDAM dan PD Percetakan Daerah sudah memberi kontribusi pada daerah. Tetapi yang bangkrut ada. Apotek Daerah bangkrut. Dihidupkan lagi atau dibubarkan, itu yang belum diputuskan. Saat ini beberapa BUMD, sedang pada masa ‘panen’,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan