Bupati Akui Problem Rembang Adalah Kemiskinan dan Infrastruktur

Selasa, 11 Februari 2020 | 22:22 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz. (Foto: mataairradio.com)

 

GUNEM, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan ada beberapa persoalan pokok yang dihadapi oleh Kabupaten Rembang diantaranya adalah kemiskinan, infrastruktur, rendahnya pendapatan masyarakat, dan pencapaian indeks pembangunan manusia (IPM) yang belum optimal.

Hal tersebut diketahui saat Hafidz membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) di kantor Kecamatan Gunem pada Senin (10/2/2020) siang kemarin.

Acara yang dihadiri oleh Kades, Forkompimcam, dan beberapa anggota DPRD tersebut membahas rumusan kegiatan prioritas yang mendukung dan sinergis dengan program prioritas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang.

Dalam sambutannya Bupati mengklaim bahwa capaian selama pemerintahannya cukup baik, misalnya angka kemiskinan menurun dari angka 15,41 persen di tahun 2018 menjadi 14,95 persen di tahun 2019. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2019 sebesar 3,69 persen, lebih baik dibandingkan Provinsi Jawa Tengah yaitu sebesar 4,22 persen.

“Permasalahan pokok di Rembang sebenarnya ada empat yaitu masih tingginya angka kemiskinan, belum optimalnya pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Rendahnya tingkat pendapatan masyarakat, dan belum optimalnya pembangunan infrastruktur,” ungkapnya.

Sehingga tahun 2021 Hafidz memprioritaskan pembangunan yang dikemas dalam jargon “Sapta Program Bupati Rembang” atau 7 (tujuh) program Bupati Rembang. Yaitu Apik Layanane, Makmur Wargane, Tuwuh Ekonomine, Alus Dalane, Mumpuni Rakyate, Sehat Wargane, dan Tentrem Wargane.

Dirinya berharap dengan anggaran sekitar Rp1,8 triliun di tahun 2020 dan kemungkinan tidak berbeda jauh tahun 2021 mendatang bisa memaksimalkan tiga program kegiatan yaitu optimalisasi pemanfaatan Sumber Semen Sale untuk air minum senilai Rp112 miliar, Pembangunan Jalan Lingkar Rembang – Lasem senilai Rp500 miliar, dan Pembangunan Pasar Kota Rembang sebesar Rp120 miliar.

Ketua Forum Pemerhati Pelayanan Publik (FPPP) Afif Hartiyadi berharap janji-janji Bupati yang selalu disampaikan diberbagai forum benar-benar terealisasi, jangan sampai masyarakat diberi harapan palsu dan angin surga. Seperti janji Bupati saat awal-awal pemerintahan bahwa tidak ada jalan berlobang tapi fakta di lapangan berbeda. Apalagi ada momen Pilkada 2020 yang akan digelar September mendatang.

“Saya harap janjinya benar-benar ditepati ya, jangan sampai masyarakat kecewa,” pungkasnya.

Penulis : Mohammad Siroju Munir
Editor : Mohammad Siroju Munir

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan