Buntut Rusuh, PSIR Optimistis Bebas Hukuman Komdis

Monday, 17 July 2017 | 12:19 WIB

Anggota suporter tim tuan rumah berlari menghindari rusuh yang dilakukan suporter tim tamu saat PSIR menjamu Persis Solo pada lanjutan kompetisi Liga 2 di Stadion Krida Rembang, Ahad (16/7/2017). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Manajemen PSIR optimistis akan bebas dari hukuman atau sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menyusul rusuh yang dilakukan oleh suporter tim Persis Solo di Stadion Krida Rembang, Ahad (16/7/2017) sore.

“InsyaAllah kita tidak dapat sanksi, karena yang memicu insiden kericuhan itu tidak dari kami, tapi dari tim tamu yang tidak terima tertinggal satu kosong. Bahkan dari suporter PSIR ada yang mengalami luka-luka,” ujar Manajer PSIR Wiwin Winarto ketika dikonfirmasi ikhwal rusuh suporter tim tamu pada pertandingan PSIR melawan Persis Solo.

Menurutnya, pihak PSIR merasa dirugikan lantaran sudah berusaha menjadi tuan rumah yang baik, sekaligus menyambut suporter mereka secara hangat. Apalagi pertandingan diputuskan tidak dilanjutkan dalam keadaan PSIR unggul 1-0 berkat gol dari Rudi Santoso pada menit ke-48.

Diduga, suporter Persis Solo yang berada di tribun bagian timur memulai pelemparan batu ke arah suporter PSIR Rembang yang berada di sampingnya, namun hanya terpisah pagar besi. Tiga orang suporter tim tuan rumah terluka kena lemparan.

Melihat suporter tuan rumah jatuh korban, para pendukung PSIR yang berada di tribun barat terpancing untuk melempari suporter Persis di tribun sisi selatan. Saling lempar batu pun semakin meluas, hingga akhirnya wasit Adi Kristiawan dari Malang Jawa Timur menghentikan pertandingan.

“Memang dari tim tamu sempat memicu kerusuhan, sesaat setelah kita unggul 1-0. Yang jelas kita merasa dirugikan akibat insiden ini, padahal semua sudah kami fasilitasi. Kami belum tahu laga lanjutan akan digelar di Rembang atau tidak,” ungkapnya kepada mataairradio.com.

Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan PSIR, Agus Salim mengatakan, pertandingan sempat akan dilanjutkan seusai rusuh. Namun pihak Persis Solo katanya menolak melanjutkan pertandingan karena alasan keamanan.

“Pengawas pertandingan sudah membuat berita acara untuk dilaporkan kepada PSSI. Apakah pertandingan lanjutan tetap di Stadion Krida atau dipindah, kami akan menunggu informasi lebih lanjut dari pihak PSSI,” katanya.

Pihaknya juga akan melakukan evaluasi secara menyeluruh pascarusuh, termasuk soal tidak adanya aparat yang menyekat suporter tim tuan rumah dan tim tamu di tribun timur. Pihaknya pun berharap agar tidak ada sikap saling menyalahkan menyusul rusuh tersebut.

Pelatih Persis Solo Widyantoro mengatakan, gol Rudi Santoso tidak sah karena pemain PSIR itu sudah dalam posisi offside. Keputusan wasit yang tidak tegas, menurutnya menjadi biang dari rusuh.

“Kami meminta pertandingan lanjutan diadakan di tempat yang netral tanpa penonton. Selain itu, seluruh perangkat pertandingan harus diganti,” katanya.

Sementara itu, Karteker Pelatih PSIR Rudi Santoso mengatakan bahwa gol yang dicetak Rudi Santoso sah. Ia mengajak untuk mengamati rekaman video pertandingan tentang lahirnya gol yang membuat timnya unggul 1-0.

“Ada satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Mulai dari tendangan bebas, kemudian bola disundul pemain PSIR dan bola mengarah ke kaki Rudi Santoso, lalu tendang dan gol. Peralihan bola sundulan kepala hingga jatuh ke kaki Rudi, tidak termasuk kategori offside,” terangnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan