Buntut Rusuh Lawan Semen Padang, PSIR Panen Denda

Sabtu, 12 Mei 2018 | 07:43 WIB

Logo PSSI

 

REMBANG, mataairradio.com – PSIR menuai banyak denda akibat rusuh di akhir pertandingan saat menjamu Semen Padang FC di Stadion Krida Rembang, 28 April 2018.

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menghukum Manajer PSIR Heri Kurniawan, Asisten Manajer PSIR Bayu, Pelatih Kiper Agus Bambang Tri Widodo, Asisten Pelatih PSIR Johan, Kitman PSIR Kusrin, Ofisial PSIR Lis, dan Panpel pertandingan PSIR.

Komdis PSSI yang diketuai Asep Edwin Firdaus menghukum Heri dan Bayu dengan larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola di lingkungan PSSI selama enam bulan.

Heri juga dikenai sanksi berupa denda Rp37,5 juta, sedangkan Bayu didenda Rp25 juta.

Sementara Agus Bambang, Johan, Kaserin, dan Lis dilarang mendampingi tim selama empat kali pertandingan, masing-masing saat melawan Cilegon United, Perserang Serang, Persita Tangerang, dan Persika Karawang.

Keempatnya juga dihukum denda masing-masing Rp20 juta.

Adapun Panpel PSIR dihukum denda Rp50 juta dan wajib menggelar laga PSIR versus Cilegon United di tempat netral alias tidak di Stadion Krida Rembang.

Denda bagi para terhukum ini wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah putusan tertanggal 9 Mei 2018.

Ketua Panpel Pertandingan PSIR Tri Cahyo Rismawanto menyatakan masih berpikir soal partai usiran PSIR.

Sebab, tempat netral yang dimaksud oleh Komdis mesti berjarak 100 kilometer dari Rembang.

Itu pun, menurutnya, stadion harus memenuhi syarat Liga 2.

“Hanya perangkat pertandingan, tim kesehatan, aparat keamanan, dan wartawan yang boleh menyaksikan. Penonton umum dilarang. Jika dilanggar, PSIR bisa didenda lagi Rp50 juta,” kata dia.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan