Bulog Siap Serap 146.000 Ton Beras Petani Rembang

Senin, 3 Maret 2014 | 19:01 WIB
Tempat penggilingan padi di Dusun Nganguk Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori mulai menyerap gabah hasil panen padi petani setempat, Senin (3 3). (Foto Pujianto)

Tempat penggilingan padi di Dusun Nganguk Desa Gunungsari Kecamatan Kaliori mulai menyerap gabah hasil panen padi petani setempat, Senin (3/3). (Foto Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Harga beras di Kabupaten Rembang masih melambung jauh di atas harga pembelian pemerintah (HPP) atau mencapai Rp7.000 per kilogram. Lantaran harga yang terlalu tinggi, Perum Bulog Sub-Divisi Regional Pati belum secara efektif menyerap beras petani. Padahal, pihak Bulog Pati menyatakan siap menyerap 146.000 ton beras dari petani Rembang.

Kepala Bagian Informasi pada Bulog Sub-Divisi Regional Pati Suyoko mengatakan, pihaknya menetapkan awal penyerapan beras dari petani Rembang mulai Senin 3 Maret ini. Gudang Bulog di Rembang sudah diminta untuk bersiap menampung beras dari petani.

Dia menjelaskan, pengadaan beras dari petani lokal dilakukan dengan menggandeng mitra kerja seperti koperasi unit desa dan gabungan kelompok tani. Menurut Suyoko, ada 23 unit mitra kerja dari Bulog yang siap memasok beras pada tahun ini.

Suyoko juga mengatakan, meski secara waktu penyerapan sudah ditetapkan mulai Senin (3/3) ini, namun secara kenyataan nyaris belum ada beras dari petani Rembang yang masuk ke gudang. Hal itu karena harga serapan beras di pasaran masih lebih tinggi dari harga yang ditetapkan Perum Bulog.

Dia menerangkan, pihak Bulog sanggup menyerap beras dari petani Rembang dengan harga sebagaimana Instruksi Presiden atau Inpres Nomor 3 Tahun 2012, atau Rp6.600 per kilogram. Sementara saat ini, harga beras hasil panen pertama padi petani Rembang di pasaran, setidaknya masih Rp7.000 per kilogram.

Lantaran harganya yang jauh di atas harga pembelian Pemerintah, Bulog memberikan kesempatan kepada petani untuk menjual beras di pasaran. Namun jika seiring berjalannya waktu dan berlangsungnya panen raya, harga beras menyentuh Rp6.600, gelombang pengadaan beras oleh Bulog diperkirakan mengalir deras.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin mengatakan, pihak Bulog sudah semestinya segera menyerap beras dari petani lokal, begitu panen tiba. Menurut dia, ada 32.000 hektare lahan tanaman padi di Rembang pada musim tanam pertama kali ini. Pihaknya memprediksi produktivitas rata-rata per hektare mencapai 5,5 ton. Itu artinya, jika dikalikan dengan luasan lahan tanaman padi yang ada, maka dihasilkan sekitar 176.000 ton gabah. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan