Bulog Rembang Gelontor 1.200 Ton Beras untuk Operasi Pasar

Senin, 15 Januari 2018 | 19:53 WIB

Harga beras masih bertahan tinggi di Kabupaten Rembang. Bulog setempat akan menggelar operasi pasar cadangan beras Pemerintah dalam waktu dekat. (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Badan Urusan Logistik (Bulog) Rembang menggelontor 1.200 ton beras untuk operasi pasar cadangan beras pemerintah di daerah ini.

Kepala Gudang Bulog Rembang Suyoko mengatakan, operasi pasar dilakukan dengan menggandeng mitra.

“Namun hanya tiga mitra yang mau bekerjasama untuk operasi pasar. Tidak semua mitra cukup modal,” katanya kepada mataairradio.

Menurutnya, operasi pasar ini sudah digelar selama seminggu ini dan akan berlangsung hingga masyarakat tidak lagi membutuhkannya.

Suyoko mengakui adanya kemungkinan masyarakat tidak tahu tentang operasi pasar ini, karena sosialisasi dari Bulog yang kurang massif.

“Karena itu, kami mohon bantuan media agar masyarakat tahu tentang operasi pasar ini,” pintanya.

Tarjono, salah satu mitra Bulog dalam operasi pasar ini mengaku sudah menebus 200-an ton beras untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Beras yang ditebus dari Bulog untuk kepentingan operasi pasar, jenis medium,” terangnya.

Harga tebus dari Bulog Rp8.000 per kilogram, tetapi dijualnya Rp8.100-Rp8.500 per kilogram.

“Harga eceran tertinggi (HET) beras dari Pemerintah Rp9.350 per kilogram,” katanya.

Ia menyatakan belum tahu akan menebus berapa ton lagi dari Bulog. Tetapi selama masyarakat belum panen dan stok dari Bulog tersedia, operasi pasar masih akan berlaku.

“Panen mungkin baru pada bulan tiga (Maret, red.),” katanya.

Hingga Senin (15/1/2018) ini, masyarakat yang memanfaatkan operasi pasar di tempatnya di bilangan Jalan Slamet Riyadi Rembang berasal dari Rembang, Sumber, Kaliori, dan Sulang.

Sementara itu, mengenai apakah operasi pasar ini tidak rentan diborong oleh spekulan sehingga tidak tepat sasaran, pihak Bulog Rembang enggan memberikan tanggapan.

Namun Suyoko menyatakan, pihaknya tidak begitu saja menggelar operasi pasar, tetapi disertai pengawasan yang ketat di lapangan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan