Bulog Rembang Baru Serap 400 Ton Beras Petani

Selasa, 13 Maret 2018 | 19:12 WIB

Logo Bulog. (Foto: dikutip dari laman resmi Bulog)

 

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Rembang baru mampu menyerap 400 ton beras petani sejak Januari 2018 hingga Selasa 13 Maret ini.

Menurut Kepala Gudang Bulog Rembang Suyoko, rendahnya tingkat serapan antara lain karena petani yang memilih menjual hasil panennya langsung di pasaran, ketimbang menjual ke Bulog.

Hingga saat ini, Gudang Bulog Rembang mematok harga untuk gabah kering panen sebesar Rp4.440 per kilogram, sedangkan di pasaran; harga GKP masih Rp4.700 hingga Rp5.100 per kilogram.

“Kami akan menyerap berapa pun hasil panen selagi sesuai dengan harga yang berlaku di Bulog. Kami menggandeng 15 mitra kerja, namun yang teken kontrak baru tiga mitra,” katanya kepada mataairradio.

Tarjono, salah seorang mitra Bulog Rembang menyatakan belum sampai memasukkan suplai beras ke gudang badan urusan logistik setempat. Ia mengaku pernah mengirim 40 ton beras, tapi ditolak.

Pihak Bulog menilai beras kirimannya tidak masuk standar. Namun di luar Bulog, ia sudah menyerap 400 ton beras berasal dari Pati, Jepara, dan Semarang. Beras dari Rembang bermutu rendah.

“Bulog Rembang menyerap beras dengan harga Rp8.760 per kilogram untuk jenis medium, sedangkan harga beras dengan mutu yang sama, di pasaran, masih Rp9.100 per kilogram,” kata dia.

Perum Bulog Subdivre II Pati yang antara lain menaungi Gudang Bulog Rembang dibebani target sebanyak 100.000 ton beras. Target tersebut masih lebih rendah dengan target penyerapan beras selama 2017 sebanyak 102.000 ton.

Hanya saja, target penyerapan selama 2017 hanya terealisasi 75 persen. Perum Bulog Subdivre II Pati menggandeng 75 mitra Bulog yang bertugas melakukan penyerapan beras maupun gabah petani di berbagai daerah.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan